Balai Bahasa NTB dan INOVASI Perkuat Kolaborasi Pendidikan

  • 31 Agt 2026 19:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Penguatan kolaborasi menjadi salah satu strategi yang dibangun INOVASI NTB bersama sejumlah mitra untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah di Nusa Tenggara Barat. Penyusunan program dilakukan melalui Lokakarya Konsultatif Rancangan Program Prioritas Kabupaten Mitra Juli 2026-Juni 2027, di Ruang Mandalika, Hotel Lombok Raya Mataram, Senin, 25 Agustus 2026.

Lokakarya tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai program prioritas pendidikan sekaligus memetakan peluang kerja sama dengan lembaga yang memiliki peran dalam pengembangan pendidikan.

Ketua INOVASI NTB, Jamaruddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana konsultasi dan penyusunan rancangan penguatan program prioritas, khususnya di bidang pendidikan dasar dan menengah.

Balai Bahasa Provinsi NTB turut mengambil bagian dalam kegiatan sebagai narasumber sekaligus peserta. Nurcholis Muslim menyampaikan praktik baik mengenai pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu, sedangkan Baiq Ayu Candra mengikuti pembahasan rancangan program prioritas kemitraan bersama INOVASI NTB.

Selain penguatan literasi, lokakarya juga membahas implementasi sekolah model. Kepala BGTK Provinsi NTB, Wirman Kasmayadi, memaparkan konsep Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Menurutnya, sekolah model memiliki empat fungsi utama, yakni menjadi percontohan implementasi pembelajaran mendalam, pusat belajar dan patok banding, sumber inovasi dan pembelajaran, serta penggerak ekosistem pendidikan.

Dalam penerapannya, sekolah model juga berpegang pada sejumlah prinsip, yakni objektif, transparan, akuntabel, komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Konsep tersebut diarahkan untuk membantu satuan pendidikan menjawab kebutuhan siswa melalui penerapan pembelajaran yang lebih berkualitas sekaligus mendorong terjadinya perubahan dan inovasi di lingkungan sekolah.

Pembahasan kemudian berkembang pada kebutuhan peningkatan kapasitas guru. Tim BGTK NTB yang terlibat dalam diskusi menilai penguatan kemampuan pendidik menjadi bagian penting dari keberlanjutan program, termasuk dalam pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu dan penerapan strategi literasi.

Lokakarya juga membagi peserta ke dalam kelompok berdasarkan wilayah mitra, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, dan Bima. Masing-masing kelompok menyusun matriks yang mencakup peluang, aktor kunci, potensi dukungan, serta rencana tindak lanjut.

Dalam kelompok Lombok Barat, Baiq Ayu Candra bersama Tim INOVASI merumuskan sejumlah peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan. Tiga di antaranya adalah distribusi buku bahan bacaan bermutu, pengelolaan pemanfaatan buku, serta bimbingan teknis membaca cepat bagi guru.

Rancangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya bertumpu pada satu program atau satu lembaga. Kolaborasi antarmitra dibutuhkan agar program yang disusun dapat menyesuaikan kebutuhan sekolah sekaligus memiliki keberlanjutan dalam pelaksanaannya.

Balai Bahasa Provinsi NTB, BGTK, dan INOVASI NTB selanjutnya diharapkan dapat memperkuat sinergi sesuai tugas dan kapasitas masing-masing. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat satuan pendidikan, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....