FunFit School Program: Bermain Aktif, Bangun Karakter, Perkuat Prestasi Olga
- 31 Agt 2026 15:06 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Aktivitas bermain tidak hanya menjadi bagian dari dunia anak, tetapi juga dapat menjadi sejumlah sarana. Bermain dapat membangun kebiasaan hidup aktif, mengembangkan keterampilan sosial, dan memperkuat kemampuan motorik sebagai fondasi perkembangan olahraga.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk FunFit School Program, tim pengabdian Universitas Mataram mengintegrasikan permainan edukatif dan permainan tradisional Nusa Tenggara Barat ke dalam aktivitas intrakurikuler dan kokurikuler di sekolah dasar.
Program yang dilaksanakan sepanjang Juli hingga Agustus 2026 ini melibatkan dua sekolah mitra, yakni SD Negeri 1 Kekait dan SD Negeri 24 Mataram.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Prayogi Dwina Angga, S.Or., M.Pd., mengatakan FunFit School Program dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan berkurangnya aktivitas gerak anak serta perlunya penguatan interaksi sosial di lingkungan sekolah.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, dan berinteraksi secara langsung. Karena itu, sekolah perlu menjadi lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membudayakan aktivitas fisik dan membangun keterampilan sosial siswa,” ujarnya belum lama ini.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah permainan edukatif dirancang dengan mengintegrasikan materi pembelajaran dan aktivitas fisik. Selain permainan edukatif, siswa juga diperkenalkan kembali dengan sejumlah permainan tradisional khas Nusa Tenggara Barat.
Permainan-permainan tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif bergerak, berpikir, bekerja sama, mengikuti aturan, serta berinteraksi dengan teman sebaya.
Menurut Prayogi, pembudayaan aktivitas fisik melalui permainan memiliki arti penting dalam perkembangan anak, terutama dalam membangun fondasi kemampuan gerak sejak usia sekolah dasar.
“Prestasi olahraga tidak muncul secara tiba-tiba. Salah satu fondasinya adalah kemampuan motorik dan pengalaman gerak yang cukup sejak usia dini. Melalui permainan yang beragam, anak belajar berlari, melompat, melempar, menjaga keseimbangan, berkoordinasi, dan mengendalikan tubuhnya. Ini merupakan modal dasar yang sangat penting untuk perkembangan olahraga pada tahap berikutnya,” katanya.
Selama pelaksanaan program, guru diberikan penjelasan dan pendampingan mengenai penggunaan permainan sebagai alternatif aktivitas pembelajaran. Guru kemudian mempraktikkan permainan secara langsung bersama siswa dengan fasilitasi dari tim pengabdian.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong keberlanjutan program setelah kegiatan pengabdian selesai. Permainan dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan materi pembelajaran, kondisi kelas, maupun kebutuhan siswa.
FunFit School Program diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari budaya sekolah. Melalui pembelajaran yang aktif dan berbasis permainan, sekolah diharapkan menjadi ruang yang mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, aktif, memiliki keterampilan sosial, serta memiliki fondasi kemampuan motorik yang kuat.
“Harapannya, gerakan aktif ini dapat dimulai dari sekolah. Ketika anak terbiasa bergerak dan memiliki pengalaman gerak yang beragam, kita tidak hanya sedang membangun anak yang sehat, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi lahirnya potensi-potensi olahraga di masa depan,” pungkas Prayogi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....