Universitas Terbuka Hadirkan Ruang Kuliah Ramah bagi Mahasiswa Disabilitas
- 29 Agt 2026 16:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Keterbatasan fisik tidak selalu menjadi penghalang untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Di Universitas Terbuka (UT) Mataram, mahasiswa penyandang disabilitas mendapat kesempatan mengikuti perkuliahan dengan dukungan bahan ajar dan layanan yang menyesuaikan kebutuhan mereka.
Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian UT Mataram, Muhammad Irwan Ardiansyah, M.Kom., menyebut saat ini terdapat 19 mahasiswa aktif penyandang disabilitas di UT Mataram.
Mereka berasal dari berbagai kondisi disabilitas, di antaranya tuna daksa, tuna netra, dan tuna rungu. Menurut Irwan, sistem pembelajaran yang diterapkan UT memungkinkan mahasiswa dengan kondisi tersebut tetap memiliki ruang untuk mengikuti pendidikan tinggi.
“UT sudah menyambungkan akses untuk mahasiswa disabilitas. Kami punya 19 mahasiswa aktif, dari tuna daksa, tuna netra, sampai tuna rungu,” jelasnya, Sabtu 29 Agustus 2026.
Salah satu bentuk dukungan diberikan kepada mahasiswa tuna netra melalui bahan ajar berbasis digital. UT menyediakan materi dalam bentuk audiobook sehingga mahasiswa tidak harus bergantung pada buku cetak untuk mengikuti pembelajaran.
Materi perkuliahan dapat didengarkan melalui perangkat digital. Mahasiswa cukup membuka mata kuliah yang ingin dipelajari, kemudian mengakses materi dalam format audio.
“Mahasiswa tuna netra tentu tidak mungkin membaca buku seperti mahasiswa lainnya. Karena itu disiapkan bahan ajar berbasis digital khusus audio. Mereka bisa membuka mata kuliah atau modul dan langsung mendengarkannya,” ungkap Irwan.
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari upaya UT menciptakan akses pendidikan yang lebih inklusif. Teknologi tidak hanya digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran jarak jauh, tetapi juga menjadi alat untuk mengurangi hambatan yang dihadapi mahasiswa dengan kebutuhan khusus.
Dukungan tersebut bahkan telah mengantarkan mahasiswa penyandang disabilitas menyelesaikan studinya. Irwan menyebut salah satu mahasiswa dengan disabilitas telah dinyatakan lulus dari UT.
Ia menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat diberikan secara lebih luas ketika sistem pembelajaran mampu menyesuaikan diri dengan kondisi mahasiswa.
Pembelajaran berbasis digital juga memungkinkan mahasiswa tetap belajar dari tempat tinggal masing-masing. Hal ini menjadi penting bagi mahasiswa yang tidak selalu memiliki akses mudah terhadap fasilitas pendidikan konvensional.
Bagi UT Mataram, pendidikan inklusif bukan hanya soal menerima mahasiswa penyandang disabilitas, tetapi juga menyediakan sarana agar mereka dapat mengikuti proses akademik hingga menyelesaikan pendidikan.
Keberadaan 19 mahasiswa aktif penyandang disabilitas di UT Mataram menjadi salah satu gambaran bahwa perguruan tinggi dapat memanfaatkan teknologi untuk membuka kesempatan yang lebih setara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....