Tim CESFARM Unram Menghubungkan Komoditas Lokal dengan Pasar Pariwisata
- 28 Agt 2026 21:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat kontribusinya dalam riset pertanian dan peternakan yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui keterlibatan tim peneliti Unram dalam Mid-Term Review (MTR) Proyek ACIAR AGB/2021/125 bertajuk Creating Resilient Communities through Smallholder Inclusive Tourism Markets in Indonesia (Ag4Tourism), yang berlangsung pada 24–26 Agustus 2026 di Mercure Resort Sanur, Bali.
Dalam sesi presentasi dan diskusi, Tim CESFARM Unram memaparkan intervensi yang dilakukan dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tiga komoditas utama penelitian. Pada sektor hortikultura, intervensi mencakup perbaikan praktik budidaya, peningkatan standar mutu pascapanen, serta penguatan kemitraan antara kelompok tani dan pelaku industri pariwisata.
Sementara pada sektor peternakan, penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas produk ayam kampung agar dapat memenuhi kebutuhan pasar kuliner berbasis pangan lokal di sektor pariwisata. Pendekatan tersebut tidak hanya menempatkan komoditas lokal sebagai produk pertanian dan peternakan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi pariwisata yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam sesi presentasi dan diskusi, Tim CESFARM Unram memaparkan intervensi yang dilakukan dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tiga komoditas utama penelitian. Pada sektor hortikultura, intervensi mencakup perbaikan praktik budidaya, peningkatan standar mutu pascapanen, serta penguatan kemitraan antara kelompok tani dan pelaku industri pariwisata.
Sementara pada sektor peternakan, penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas produk ayam kampung agar dapat memenuhi kebutuhan pasar kuliner berbasis pangan lokal di sektor pariwisata. Pendekatan tersebut tidak hanya menempatkan komoditas lokal sebagai produk pertanian dan peternakan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi pariwisata yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Aspek gender dan inklusivitas turut menjadi bagian penting dalam intervensi penelitian. Perempuan dan kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses dalam rantai nilai didorong untuk terlibat lebih aktif, antara lain melalui pencatatan usaha (record keeping) dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan bisnis. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi sekaligus menciptakan rantai nilai yang lebih inklusif.
Pelaksanaan Mid-Term Review menjadi momentum bagi seluruh mitra untuk meninjau efektivitas strategi dan capaian intervensi yang telah dilakukan di berbagai lokasi penelitian. Forum ini juga menjadi ruang untuk bertukar pembelajaran antar lokasi, mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaan program, serta merumuskan penguatan strategi penelitian dan kolaborasi hingga 2028.
Bagi Unram, keterlibatan dalam proyek ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan riset yang tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan, tetapi diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Penguatan rantai nilai komoditas lokal diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat posisi petani dan peternak kecil dalam ekosistem pariwisata.
Keterlibatan Unram dalam proyek Ag4Tourism sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam menjembatani potensi lokal dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Melalui riset yang kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, inovasi dari sektor pertanian dan peternakan diharapkan semakin mampu memberikan nilai tambah serta membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....