Dukung Ketahanan Pangan Hewani, UNDIKMA Terapkan Pendekatan One Health
- 20 Agt 2026 17:51 WIB
- Mataram
Poin Utama
- UNDIKMA memperkuat kesehatan ternak kerbau di Desa Pandan Wangi melalui penerapan manajemen One Health yang mengintegrasikan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.
- Peternak Kelompok Ternak Lumbung Pusake mendapat pelatihan sanitasi kandang, higiene, pengelolaan air bersih, serta pembuatan anthelmintik berbahan daun lamtoro.
- Program PKM mendorong kemandirian peternak sekaligus mendukung produktivitas ternak dan ketahanan pangan hewani berbasis potensi lokal.
RRI.CO.ID, Mataram : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) memperkuat kapasitas peternak dalam menjaga kesehatan ternak kerbau melalui penerapan manajemen One Health di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan hewani berbasis potensi peternakan masyarakat.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menyasar Kelompok Ternak Lumbung Pusakeyang menghadapi persoalan gangguan berbagai vektor parasit pada ternak kerbau. Sejumlah kerbau ditemukan dalam kondisi kurus, sementara lingkungan peternakan juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya vektor yang dapat memengaruhi kesehatan ternak.
Melihat kondisi tersebut, tim UNDIKMA memperkenalkan manajemen One Health yang menempatkan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan sebagai satu kesatuan. Pendekatan ini digunakan untuk membangun pemahaman bahwa kesehatan kerbau tidak hanya ditentukan oleh penanganan terhadap ternak, tetapi juga sangat berkaitan dengan kebersihan kandang, kualitas lingkungan, sumber air, serta higiene peternak.
Tim pelaksana diketuai oleh drh. Candra Dwi Atma, M.Si dengan anggota Dahlia Rosma Indah, M.Sidan Una Zaidah, M.Kes. Program ini juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Kedokteran Hewan (Olivia Berliana dan Aziza Rohmani) dan Kesehatan Masyarakat (Kifayatul Askia).
Dalam pelaksanaannya, peternak mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai sanitasi kandang, higiene peternak, pengelolaan air bersih, serta manajemen kesehatan ternak. Tim juga memberikan pelatihan pembuatan anthelmintik berbahan daun lamtoro sebagai bagian dari pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung pengelolaan kesehatan ternak.
Ketua tim pelaksana, drh. Candra Dwi Atma, M.Si, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata hilirisasi riset tim UNDIKMA terkait kesehatan hewan, sanitasi kesehatan lingkungan, dan kesehatan peternak.
“Ternak yang sehat sangat didukung oleh kondisi lingkungan serta manajemen peternakan yang baik. Implementasi konsep One Health menjadi penting karena kesehatan ternak, lingkungan, dan peternak merupakan komponen yang saling berkaitan,” kata Candra.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mengubah pola pengelolaan kesehatan ternak dari yang bersifat parsial menjadi lebih menyeluruh. Peternak tidak hanya memperhatikan kondisi kerbau ketika mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga melakukan upaya pencegahan melalui pengelolaan kandang dan lingkungan secara rutin.
“Kesehatan ternak tidak dapat dipisahkan dari lingkungan tempat ternak dipelihara. Semakin baik manajemen peternakan diterapkan, semakin besar pula peluang untuk mempertahankan kondisi ternak yang sehat dan produktif,” kata Candra.
Program PKM ini sekaligus mendukung ketahanan pangan yang telah termuat dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) sebagai salah satu fokus bidang prioritas nasional. Arah kebijakan riset tersebut mendorong terwujudnya kemandirian dan kedaulatan pangan, termasuk penguatan sumber pangan hewani.
Kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Kelompok Ternak Lumbung Pusake, Mohamad Ridwan, mengatakan pendampingan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peternak, terutama dalam memahami hubungan antara keberadaan vektor parasit, kondisi lingkungan, dan kesehatan kerbau.
“Program dari UNDIKMA dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami sekarang lebih memahami dampak berbagai jenis vektor parasit yang dapat membuat ternak menjadi kurus hingga mengalami gangguan kesehatan,” kata Ridwan.
Menurut Ridwan, konsep One Health juga memberikan cara pandang baru bagi anggota kelompok. Lingkungan dan sanitasi yang sebelumnya belum mendapatkan perhatian optimal kini dipahami sebagai bagian penting dalam manajemen kesehatan peternakan.
Ia berharap pengetahuan, keterampilan, dan sarana yang diperoleh melalui program tersebut dapat terus diterapkan oleh anggota Kelompok Ternak Lumbung Pusake. Dengan demikian, peternak dapat lebih mandiri dalam melakukan pencegahan dan menjaga kesehatan ternaknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....