Universitas Bumigora Dorong Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Tepung MOCAF
- 17 Agt 2026 12:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bumigora mendorong peningkatan kapasitas produksi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) sebagai bahan pangan herbal gluten-free berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan nilai tambah produk MOCAF sehingga mampu mendukung pengembangan dan daya saing UMKM.
Kegiatan yang didanai melalui Hibah BIMA Kemdiktisaintek Tahun 2026 tersebut dilaksanakan di PLUT KUMKM NTB Kamis, 16 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Optimalisasi Produksi dan Nilai Tambah Tepung MOCAF sebagai Bahan Pangan Herbal Gluten-Free Berbasis UMKM”.
Program ini melibatkan Ketua Tim PkM Universitas Bumigora Ayu Ambang Lestari, S.Ak., M.Akun., bersama anggota dosen M. Chothibul Umam Assa’ady, S.E., MM dan Wiwik Wida Farwati, M.Pd. Selain itu, dua mahasiswa, yakni Azril Faysal Akbar dan Ni Made Putri Puspita Sari, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Dalam program tersebut, Tim PkM bermitra dengan pelaku UMKM Uma Pangaha. Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam mengolah singkong menjadi tepung MOCAF sekaligus memperkuat nilai ekonomi produk melalui pengelolaan usaha, pemasaran, dan pengembangan produk.
Ketua Tim PkM Universitas Bumigora Ayu Ambang Lestari mengatakan, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam mengolah singkong menjadi tepung MOCAF sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk.
“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana produk MOCAF memiliki nilai tambah melalui pengelolaan usaha, pemasaran dan pengembangan produk,” ujarnya.
Peningkatan produksi tepung MOCAF menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut. Tim PkM menilai proses produksi yang efektif dan efisien menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus menjaga keberlanjutan produksi.
Karena itu, pendampingan tidak hanya dilakukan melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga diperkuat dengan dukungan peralatan produksi yang dapat dimanfaatkan mitra secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyampaikan tiga materi utama. Materi pertama disampaikan M. Chothibul Umam Assa’ady yang membahas pentingnya strategi pemasaran dalam meningkatkan daya saing produk UMKM.
Materi tersebut diarahkan agar pelaku usaha mampu mengenali potensi pasar, menentukan strategi pemasaran yang tepat, serta mengembangkan produk agar lebih menarik sehingga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Materi kedua disampaikan Ayu Ambang Lestari mengenai pembukuan UMKM. Materi ini memberikan pemahaman kepada mitra mengenai pentingnya pencatatan pemasukan, pengeluaran, biaya produksi, hingga pengelolaan keuangan usaha secara sederhana dan sistematis.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan Laksmi Nur Fajriani yang membahas nilai tambah tepung MOCAF sebagai bahan pangan herbal gluten-free. Materi tersebut menekankan potensi MOCAF sebagai produk olahan berbasis singkong yang dapat dikembangkan menjadi beragam produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain materi penguatan usaha, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai tahapan pengolahan singkong menjadi tepung MOCAF, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, fermentasi, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan.
Selain pemberiaan materi pendidikan, Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, Tim PkM Universitas Bumigora juga menyerahkan sejumlah peralatan kepada mitra UMKM Uma Pangaha berupa Food Dehydrator, alat penepung, dan oven.
Penyerahan peralatan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bentuk dokumentasi resmi sekaligus komitmen pemanfaatan peralatan untuk mendukung keberlanjutan usaha mitra.
Food Dehydrator diharapkan dapat membuat proses pengeringan bahan baku berlangsung lebih efektif dan efisien. Sementara alat penepung ditujukan untuk membantu mempercepat proses pengolahan bahan menjadi tepung MOCAF.
Sementara oven dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan dan diversifikasi produk pangan berbasis MOCAF sehingga tidak hanya menghasilkan tepung, tetapi juga membuka peluang lahirnya produk turunan dengan nilai jual lebih tinggi.
Melalui pendampingan dan dukungan peralatan tersebut, kapasitas produksi tepung MOCAF mitra ditargetkan meningkat hingga 50 persen dibandingkan kapasitas produksi sebelum pelaksanaan program.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat dicapai melalui pemanfaatan Food Dehydrator dan alat penepung yang memungkinkan proses pengeringan serta penepungan berlangsung lebih cepat dan efisien.
Tim PkM Universitas Bumigora berharap peningkatan kapasitas produksi tersebut dapat mendorong kontinuitas produksi dan membantu mitra memenuhi kebutuhan pasar. Di saat yang sama, mitra diharapkan mampu mengembangkan berbagai produk turunan MOCAF yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan pendampingan penggunaan peralatan produksi. Mitra diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, baik dalam proses produksi, pemasaran maupun pengelolaan keuangan usaha.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut turut menjadi bagian penting dari program. Selain membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa Universitas Bumigora mendapatkan pengalaman menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM.
Tim PkM Universitas Bumigora berharap program tersebut memberikan dampak berkelanjutan bagi mitra, khususnya dalam meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki pengelolaan usaha, memperluas pemasaran, serta meningkatkan nilai ekonomi tepung MOCAF.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Universitas Bumigora, khususnya dalam mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memperkuat sektor UMKM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....