Universitas Bumigora Terapkan Teknologi Tepat Guna Atasi Sampah Rumah Tangga
- 16 Agt 2026 19:24 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Universitas Bumigora menerapkan teknologi tepat guna untuk membantu KPS Pamansam Narmada meningkatkan pengolahan sampah rumah tangga.
- Program ini menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah lebih dari 30 persen sekaligus memperkuat pengelolaan berbasis masyarakat.
RRI.CO.ID, Mataram – Sampah rumah tangga di Desa Narmada, Lombok Barat, tak hanya berakhir di tempat pembuangan. Universitas Bumigora mendorong Kelompok Pengolah dan Pemanfaatan Sampah (KPS) Pamansam mengolahnya dengan teknologi tepat guna.
Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bumigora melalui skema pemberdayaan kemitraan masyarakat. Tim PKM dipimpin I Nyoman Switrayana, M.T., bersama Kurniadin Abd. Latif, M.Kom., dan Muhammad Nizhar Naufali, M.Sc. KPS Pamansam yang diketuai Kurnia Wibisana menjadi mitra dalam program tersebut.

Pada 10 Agustus 2026, tim menyerahkan bantuan peralatan pengolahan sampah kepada KPS Pamansam di Laboratorium Hijau KPS Pamansam, Jalan Ahmad Yani, Desa Narmada. Bantuan tersebut diterima Ketua KPS Pamansam, Kurnia Wibisana, S.H.
Peralatan yang diserahkan antara lain mesin pencacah sampah dan alat pres hidrolik manual. Mesin pencacah digunakan untuk memperkecil ukuran sampah organik maupun anorganik, sedangkan alat pres berfungsi memadatkan sampah seperti botol plastik dan kardus agar lebih mudah disimpan dan didistribusikan.
Ketua Tim PKM Universitas Bumigora, I Nyoman Switrayana, mengatakan teknologi tidak akan banyak berarti tanpa kemampuan masyarakat untuk menggunakannya. “Teknologi yang kami terapkan harus sesuai dengan kebutuhan mitra. Karena itu, kami tidak hanya memberikan peralatan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan agar bisa dimanfaatkan secara optimal,” kata I Nyoman, Minggu 16 Agustus 2026.
Menurut dia, program tersebut diarahkan untuk membuat pengelolaan sampah lebih tertib sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. “Harapannya, KPS Pamansam semakin mandiri. Sampah organik dan anorganik bisa ditangani lebih cepat, sekaligus ada potensi nilai ekonomi yang dapat dikembangkan,” ujarnya.
Tim PKM juga memperkenalkan pencatatan operasional secara digital. KPS Pamansam dapat mencatat jumlah sampah yang masuk dan hasil pengolahannya.
Data tersebut diharapkan membuat aktivitas kelompok lebih mudah dipantau dan dievaluasi. Pengelolaan sampah pun tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan, tetapi memiliki catatan yang bisa menjadi dasar pengembangan kegiatan.
Program ini menargetkan kapasitas pengolahan sampah KPS Pamansam meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan kondisi awal. Namun, bagi tim PKM, keberhasilan program bukan sekadar bertambahnya peralatan.
“Yang paling penting adalah keberlanjutannya. Setelah program selesai, kelompok tetap mampu menggunakan teknologi, mengelola kegiatan, dan mengembangkan sistem pengolahan sampah secara mandiri,” kata I Nyoman.
Universitas Bumigora berharap KPS Pamansam dapat menjadi penggerak pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Narmada. Perguruan tinggi memberikan teknologi dan pendampingan, sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menjalankannya.
Tim Universitas Bumigora dan KPS Pamansam menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan kontrak nomor 690/DST/LL8/DT.05.00/2026 dan 041/KP/LPPM-UBG/V/2026.
Kolaborasi Universitas Bumigora dan KPS Pamansam diharapkan tidak berhenti pada penerapan teknologi. Lebih jauh, program ini ditujukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, terukur, dan berkelanjutan dengan masyarakat sebagai aktor utamanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....