Universitas Bumigora Perkuat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Melalui Narasi Seni

  • 21 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Universitas Bumigora bersama Komunitas Acenta Pena mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Desa Kuranji Dalang melalui narasi seni media.
  • Program PISN tersebut menghasilkan pengembangan cerita dan karya visual, termasuk komik, yang mengangkat budaya serta potensi lokal sebagai media literasi dan promosi wisata.

‎RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Bumigora bersama Komunitas Acenta Pena mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis potensi lokal melalui narasi seni media. Program tersebut dilaksanakan melalui Hibah Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dengan tema “Akselerasi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata melalui Narasi Seni Media”.

‎Program pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan Komunitas Acenta Pena yang diketuai Dewi Puspita Ningsih. Sebanyak 10 anggota, termasuk mahasiswa, terlibat aktif dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, diskusi, pelatihan, hingga praktik pengembangan narasi dan karya seni media.

‎Peserta mendapat materi mengenai ekonomi kreatif, potensi pariwisata lokal, teknik storytelling, penyusunan cerita, pengembangan karakter, hingga pemanfaatan unsur visual sebagai media penyampaian pesan.

‎Dalam praktiknya, peserta diarahkan menyusun cerita yang mengangkat kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat di Desa Kuranji Dalang. Narasi tersebut kemudian dikembangkan ke dalam karya visual yang diharapkan mampu menjadi media promosi sekaligus literasi budaya.

‎Ketua Tim Pengabdian Universitas Bumigora, Mohamad Yudisa Putrajip, mengatakan cerita lokal memiliki kekuatan untuk memperkenalkan identitas suatu daerah kepada masyarakat luas.

‎“Cerita lokal dapat menjadi media yang kuat untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas. Penyampaian cerita melalui pendekatan visual juga dinilai lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok usia, terutama generasi muda,” kata Yudisa, Kamis, 20 Agustus 2026.

‎Menurut dia, pendekatan seni media tidak hanya menempatkan budaya sebagai objek dokumentasi. Potensi budaya dan kehidupan masyarakat dapat diolah menjadi karya kreatif yang memiliki nilai edukasi sekaligus peluang ekonomi.

‎Ketua Komunitas Acenta Pena, Dewi Puspita Ningsih, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama dengan Universitas Bumigora dapat membuka ruang bagi anggota komunitas untuk mengembangkan kreativitas dan melihat seni sebagai bagian dari peluang ekonomi.

‎“Kolaborasi dengan Universitas Bumigora diharapkan dapat membuka ruang baru bagi anggota Acenta Pena untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melihat seni sebagai bagian dari peluang ekonomi,” ujar Dewi.

‎Salah satu luaran yang dikembangkan melalui program PISN ini adalah komik yang mengangkat cerita, budaya, serta potensi lokal Desa Kuranji Dalang. Karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produk seni, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan desa kepada masyarakat yang lebih luas.

‎Selain pendampingan dan pelatihan, Tim Universitas Bumigora menyediakan sejumlah peralatan pendukung, seperti pensil grafit, drawing pen, kertas komik, marker, stand lukis, lampu sorot, dan pengeras suara untuk kebutuhan screening serta pameran.

‎Melalui program ini, Universitas Bumigora dan Komunitas Acenta Pena menempatkan seni media sebagai salah satu cara untuk menghubungkan budaya lokal dengan ekonomi kreatif dan pariwisata. Potensi cerita dari desa diharapkan dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai edukasi, promosi, sekaligus nilai ekonomi.

Atas terlaksananya program ini, tim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang memberikan pendanaan Program (PISN) Tahun Anggaran 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....