KKN Mahasiswa Bisa Jadi Garda Depan Cegah Perdagangan Orang di Desa
- 12 Agt 2026 18:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Pencegahan perdagangan orang dinilai tidak akan efektif jika hanya dilakukan ketika seseorang sudah menjadi korban. Upaya tersebut perlu dimulai dari masyarakat, termasuk dengan memperkuat pemahaman warga mengenai migrasi aman dan memperkecil faktor kerentanan ekonomi.
Ketua Umum Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang sekaligus Pendiri Yayasan Parinama Astha, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menilai perguruan tinggi dapat mengambil peran lebih jauh melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Menurutnya, mahasiswa yang diterjunkan ke berbagai desa memiliki kesempatan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai risiko perdagangan orang, terutama di wilayah yang banyak warganya bekerja sebagai pekerja migran.
"Ini ide yang sangat bagus. Bukan hanya untuk disertasi atau skripsi, tetapi juga bisa menjadi kesempatan mahasiswa untuk bekerja bersama masyarakat dan meningkatkan kesadaran tentang kerentanan perdagangan orang," terangnya saat menghadiri Youth Seminar 2026 Generation Safe Online di Universitas Mataram, Rabu 12 Agustus 2026.
Rahayu mengatakan NTB memiliki tantangan tersendiri karena jumlah pekerja migran dari daerah ini cukup besar. Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai prosedur migrasi yang aman menjadi kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat yang mendapatkan tawaran pekerjaan melalui jalur informal.
Ia menilai masyarakat harus mengetahui sejak awal bagaimana memeriksa tawaran pekerjaan, memahami prosedur keberangkatan dan mengenali berbagai bentuk bujuk rayu yang berpotensi mengarah pada perdagangan orang.
Namun, edukasi saja dinilai belum cukup. Menurut Rahayu, kerentanan ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan tinggi.
"Kerentanan ekonomi tentunya menjadi salah satu alasan utama kenapa perdagangan orang bisa terjadi," ujarnya.
Karena itu, mahasiswa juga diharapkan mampu melihat persoalan tersebut dari sisi pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan larangan dan bahaya perdagangan orang, tetapi juga mendorong masyarakat mengenali peluang ekonomi yang lebih aman.
Rahayu bahkan berharap mahasiswa setelah lulus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan ekonomi dan tidak mudah tergoda tawaran kerja yang tidak jelas.
"Anak-anak muda mudah-mudahan bisa menciptakan lapangan pekerjaan juga pada saat mereka nanti lulus dari Universitas Mataram dan menjadi bagian dari solusi," ucapnya.
Gagasan tersebut dinilai dapat memperluas fungsi KKN sebagai ruang pembelajaran sekaligus intervensi sosial. Mahasiswa dapat menggabungkan edukasi migrasi aman, literasi digital dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pencegahan perdagangan orang tidak hanya dilakukan setelah muncul kasus, tetapi dibangun dari lingkungan yang menjadi titik awal kerentanan. Desa, kampus dan komunitas dapat menjadi mata rantai pencegahan sebelum masyarakat terjebak dalam praktik eksploitasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....