GAWE JENGGALA, Transformasi Desa Digital Digelorakan lewat Kreativitas Anak Muda
- 12 Agt 2026 10:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Upaya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram dalam mendorong transformasi Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, tidak berhenti pada pengembangan Sistem Informasi Desa (SID). Semangat membangun desa turut diwujudkan melalui GAWE JENGGALA, sebuah rangkaian kegiatan yang memadukan teknologi, olahraga, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat.
Kegiatan yang digelar sejak 26 Juli hingga puncak acara pada 9 Agustus 2026 itu, GAWE JENGGALA berlangsung di Lapangan Kantor Desa Jenggala dan Alun-Alun Dayan Gunung, Lombok Utara. Kegiatan ini melibatkan para remaja Desa Jenggala dalam beragam agenda, mulai dari turnamen Mobile Legends, turnamen sepak bola, sepeda santai, hingga malam puncak.
Bagi mahasiswa KKN Unram, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda hiburan. GAWE JENGGALA dirancang sebagai ruang perjumpaan sekaligus wadah partisipasi generasi muda untuk membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.Si., dalam rangkaian kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN dan keterlibatan masyarakat, khususnya para remaja Desa Jenggala.
“Menurut saya, GAWE JENGGALA ini bukan sekadar kegiatan hiburan. Saya melihat ada konsep yang cukup cerdas di dalamnya, karena kegiatan ini mampu mengumpulkan dan melibatkan anak-anak muda Desa Jenggala dalam satu ruang yang positif. Ini kemudian bisa dikaitkan dengan program Desa Digital yang sedang dikembangkan mahasiswa KKN, karena sasaran digitalisasi bukan hanya sistemnya, tetapi juga masyarakat yang akan menggunakan dan menghidupkan sistem tersebut,” ujar Sahabudin.
Sementara itu, Ketua Tim KKN Desa Jenggala, Imam Alfarizi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, menjelaskan bahwa GAWE JENGGALA merupakan bagian dari upaya memperluas dampak program Desa Digital yang sebelumnya berfokus pada optimalisasi SID.
“Kami tidak ingin program KKN hanya menghasilkan sebuah sistem yang selesai ketika mahasiswa kembali ke kampus. Kami ingin masyarakat, terutama remaja, ikut bergerak dan memiliki ruang untuk berkontribusi. GAWE JENGGALA menjadi salah satu wadah untuk mewujudkan hal tersebut,” ucapnya.
Melalui program Desa Digital, mahasiswa KKN membantu perangkat Desa Jenggala mengoptimalkan SID sebagai pusat data dan informasi desa, mendukung digitalisasi administrasi, mempublikasikan potensi desa, hingga mempromosikan produk UMKM secara digital.
Namun, teknologi tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, GAWE JENGGALA dihadirkan sebagai ruang implementasi yang mempertemukan teknologi dengan aktivitas masyarakat secara langsung.
Menurut Imam, digitalisasi desa pada akhirnya bukan hanya tentang membangun sebuah sistem, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan dan kemauan untuk memanfaatkannya.
“Digitalisasi bukan hanya soal membuat sistem, tetapi bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan desa. Karena itu, kegiatan seperti GAWE JENGGALA penting untuk membangun partisipasi dan kreativitas anak muda,” katanya.
Semangat tersebut juga terlihat dalam pemanfaatan rangkaian GAWE JENGGALA sebagai momentum sosialisasi Sistem Informasi Desa kepada masyarakat, khususnya para remaja Desa Jenggala.
Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram memperkenalkan SID sebagai ruang informasi yang tidak hanya berkaitan dengan pelayanan dan administrasi desa, tetapi juga dapat menjadi etalase digital bagi berbagai potensi lokal.
Melalui SID, informasi mengenai desa, potensi lokal, produk UMKM, serta berbagai aktivitas masyarakat dapat dipublikasikan secara lebih luas. Dengan demikian, keberadaan SID diharapkan mampu membantu Desa Jenggala memperkenalkan identitas dan potensinya kepada masyarakat di luar desa.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Pemerintah Desa Jenggala menuju desa digital. Mahasiswa tidak hanya membantu menghadirkan sistem, tetapi juga mendorong masyarakat agar mengenal, menggunakan, dan ikut menghidupkan ruang digital desa.
Kemudian, Kepala Desa Jenggala, Wahyu Aji Pratama, S.STP., menyambut baik pelaksanaan GAWE JENGGALA. Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa, baik melalui pengelolaan SID maupun melalui penguatan kreativitas dan partisipasi generasi muda.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lebih dari dua pekan tersebut akhirnya ditutup melalui malam puncak pada 9 Agustus 2026. Suasana kebersamaan menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian sekaligus menjadi momentum apresiasi bagi masyarakat dan seluruh pihak yang telah terlibat.
Tidak berhenti pada kegiatan tatap muka, dokumentasi dan publikasi GAWE JENGGALA turut menjadi bagian dari strategi memperkenalkan aktivitas dan potensi Desa Jenggala melalui ruang digital.
GAWE JENGGALA pun meninggalkan pesan bahwa transformasi desa tidak cukup hanya dibangun melalui teknologi. Di balik sebuah sistem digital, ada masyarakat yang harus terlibat, generasi muda yang perlu diberi ruang, serta kolaborasi yang harus terus dirawat.
Jika SID menjadi salah satu langkah awal Desa Jenggala menuju transformasi digital, maka GAWE JENGGALA menjadi ruang untuk menggerakkan masyarakat di balik perubahan tersebut dengan remaja sebagai salah satu penggeraknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....