UIN Mataram Genjot Ekosistem Digital untuk Wujudkan Kampus Internasional

  • 02 Agt 2026 21:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama yang terus dipercepat Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam mendukung target sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional. Digitalisasi tidak hanya diterapkan pada proses pembelajaran, tetapi juga merambah seluruh layanan akademik, administrasi, hingga tata kelola kampus.

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Mataram, Dr. H. Deni Priansyah, mengatakan percepatan transformasi digital menjadi bagian dari strategi kampus dalam memenuhi standar internasional, sejalan dengan proses akreditasi internasional yang tengah dijalankan.

Menurutnya, UIN Mataram terus melakukan pembenahan sistem agar seluruh aktivitas kampus berjalan lebih efektif, transparan, dan mudah diakses sivitas akademika.

"Transformasi digital merupakan salah satu program unggulan UIN Mataram. Seluruh kawasan kampus sudah didukung jaringan Wi-Fi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa maupun sivitas akademika. Kami ingin memastikan tidak ada lagi alasan untuk tertinggal dalam perkembangan teknologi digital," jelasnya, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, hampir seluruh layanan kini telah beralih ke sistem digital. Mulai dari layanan akademik, kemahasiswaan, kerja sama, keuangan, kepegawaian, hingga administrasi lainnya telah saling terintegrasi dalam satu ekosistem berbasis teknologi informasi.

Salah satu bentuk implementasi digitalisasi tersebut adalah integrasi layanan pembayaran melalui sistem perbankan digital. Dengan sistem tersebut, proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan memudahkan mahasiswa maupun tenaga kependidikan dalam mengakses berbagai layanan kampus.

Tak hanya pada aspek administrasi, digitalisasi juga diterapkan dalam proses pembelajaran. Deni mengatakan seluruh dosen telah diarahkan menerapkan Kurikulum UBI sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Melalui sistem tersebut, aktivitas pembelajaran dapat dipantau secara digital, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, hingga evaluasi proses belajar mengajar.

"Kami ingin seluruh proses akademik terdokumentasi dengan baik. Pimpinan dapat memantau sejauh mana dosen melaksanakan pembelajaran dan bagaimana mahasiswa mengikuti proses perkuliahan, baik secara tatap muka maupun pembelajaran tambahan secara daring," tuturnya.

Dr. Deni menambahkan, setiap ruang kuliah kini juga telah dilengkapi perangkat digital yang mendukung proses belajar mengajar. Mahasiswa didorong memanfaatkan perangkat teknologi seperti laptop untuk mengakses berbagai referensi ilmiah maupun materi pembelajaran secara langsung selama perkuliahan berlangsung.

Selain perkuliahan tatap muka, UIN Mataram juga menyediakan fasilitas pembelajaran daring sebagai pelengkap kegiatan akademik. Skema tersebut memungkinkan dosen memberikan penguatan materi tanpa mengurangi kewajiban pelaksanaan perkuliahan tatap muka sesuai ketentuan yang berlaku.

Dr. Deni menilai transformasi digital bukan sekadar modernisasi fasilitas, melainkan upaya membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, proses pengambilan keputusan hingga pengawasan akademik dapat dilakukan secara lebih efektif.

Ia optimistis digitalisasi akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung visi UIN Mataram menjadi universitas bereputasi internasional. Menurutnya, kemajuan teknologi harus mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

"Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kami ingin seluruh sivitas akademika merasakan kemudahan layanan sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya, menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....