Dorong Desa Jenggala Go Digital, KKN Unram Optimalkan SID untuk Pelayanan dan UMKM

  • 12 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Dorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) memperkenalkan program Desa Digital di Desa Jenggala beberapa waktu lalu. Kehadiran mahasiswa KKN di desa tersebut tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menghadirkan berbagai gagasan dan inovasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Program tersebut diwujudkan dengan mengembangkan sekaligus mengoptimalkan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai pusat data, informasi, dan pelayanan desa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di tingkat desa, khususnya dalam pengelolaan administrasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Melalui SID, mahasiswa membantu perangkat Desa Jenggala melakukan digitalisasi data kependudukan, pelayanan administrasi, hingga publikasi berbagai informasi dan potensi desa secara daring. Dengan demikian, masyarakat maupun pihak luar dapat memperoleh informasi mengenai Desa Jenggala secara lebih mudah, cepat, dan transparan.

Namun, program ini tidak berhenti pada urusan administrasi. Mahasiswa KKN juga melihat digitalisasi sebagai peluang untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Ketua Tim KKN Desa Jenggala, Imam Alfarizi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, mengatakan SID juga diarahkan menjadi media untuk memperkenalkan produk-produk UMKM Desa Jenggala kepada pasar yang lebih luas.

"Melalui SID, kami juga membantu menampilkan dan mempromosikan produk-produk UMKM lokal Desa Jenggala secara digital. Harapannya, pemasaran produk warga bisa lebih luas jangkauannya, tidak hanya di pasar lokal, sehingga bisa mendorong peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi desa," ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Desa Digital tidak hanya dimaknai sebagai pemindahan data dari sistem konvensional ke platform digital. Lebih jauh, program ini mencoba menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Selain itu, Dosen Pembimbing KKN, Atas Pracoyo S.T., M.T., P.Hd, turut memberikan arahan dan pendampingan kepada mahasiswa selama pelaksanaan KKN di Desa Jenggala. Ia menilai program Desa Digital menjadi salah satu bentuk konkret kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan digitalisasi di tingkat desa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu mengembangkan sistem secara teknis, tetapi juga harus mampu melihat bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Saya melihat program Desa Digital ini sebagai salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tepat sasaran. Mahasiswa tidak hanya membantu dari sisi teknis pengembangan SID, tetapi juga berpikir bagaimana program ini bisa berdampak langsung pada perekonomian masyarakat, khususnya UMKM di Desa Jenggala. Ini menunjukkan mahasiswa mampu berpikir solutif dan berkelanjutan," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, program Desa Digital mencakup sejumlah kegiatan utama. Mahasiswa mengembangkan dan mengelola SID sebagai pusat data serta informasi desa, melakukan digitalisasi promosi produk UMKM dan potensi desa melalui SID maupun media sosial, memberikan sosialisasi literasi digital kepada masyarakat, serta melakukan pendampingan teknis kepada warga.

Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Pemerintah Desa Jenggala pun menyambut baik inisiatif mahasiswa dan berharap sistem yang telah dikembangkan dapat terus dikelola serta dimanfaatkan oleh perangkat desa.

Kepala Desa Jenggala, Wahyu Aji Pratama, S.STP., mengatakan keberadaan mahasiswa KKN diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Kami menyambut kehadiran mahasiswa KKN Universitas Mataram di Desa Jenggala. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, membangun komunikasi serta kerja sama yang harmonis, dan melaksanakan berbagai program yang inovatif serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa. Pemerintah Desa Jenggala berkomitmen untuk mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan desa secara bersama-sama,” katanya.

Bagi Desa Jenggala, digitalisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan sistem yang lebih tertata, tetapi juga menciptakan ekosistem desa yang lebih terbuka terhadap teknologi dan peluang ekonomi.

Promosi UMKM secara digital, misalnya, dapat menjadi pintu masuk bagi produk lokal untuk dikenal di luar wilayah desa. Sementara itu, pengelolaan data dan informasi berbasis digital dapat membantu pemerintah desa memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat.

Program Desa Digital yang digagas mahasiswa KKN Universitas Mataram tersebut pun diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan desa yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Jika dapat dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, inisiatif di Desa Jenggala ini berpotensi menjadi salah satu model yang dapat dikembangkan atau direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah Lombok.

Dengan demikian, kehadiran mahasiswa KKN di Desa Jenggala tidak sekadar meninggalkan jejak berupa kegiatan sementara. Melalui digitalisasi administrasi, penguatan literasi teknologi, hingga promosi UMKM, mahasiswa mencoba membangun fondasi yang dapat terus dikembangkan masyarakat setelah masa pengabdian mereka berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....