Tim Pengabdian UIN Mataram Ajarkan Literasi Digital di tengah Perubahan Sosial

  • 21 Agt 2026 20:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lomba Barat – Perubahan Desa Gapuk seiring rencana pembangunan Kampus III UIN Mataram tidak hanya menyangkut pertumbuhan ekonomi. Perubahan pola komunikasi masyarakat juga menjadi perhatian, terutama ketika arus informasi digital semakin sulit dibatasi.

Anggota Tim Pengabdian UIN Mataram, Gemuh Surya Wahyudi, M.A., mengatakan perubahan sosial yang muncul setelah pembangunan kampus perlu diantisipasi melalui peningkatan kecakapan digital masyarakat.

Menurutnya, Gapuk selama ini memiliki karakter masyarakat yang cukup agraris. Namun, kehadiran kampus nantinya akan membawa aktivitas baru seperti kos-kosan, tempat makan dan berbagai usaha yang berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa.

"Begitu ada pembangunan di satu tempat, kondisi sosial masyarakat otomatis berubah. Desa Gapuk sebelumnya sangat agraris, kemudian ada kampus, kos-kosan, tempat makan dan lainnya. Karena itu masyarakat membutuhkan kesiapan dari sisi literasi," jelasnya, Jumat 21 Agustus 2026.

Gemuh menilai kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting ketika intensitas interaksi masyarakat meningkat. Informasi yang tidak benar dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila diterima dan disebarkan tanpa pemeriksaan.

Dalam kegiatan pengabdian, masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah platform yang dapat membantu mengidentifikasi informasi yang benar maupun informasi yang menyesatkan.

Fokus tersebut diarahkan untuk mengantisipasi munculnya fitnah, ujaran kebencian, hoaks maupun informasi lain yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

"Hal-hal seperti fitnah, ujaran kebencian dan hoaks berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Karena itu kami ingin masyarakat memiliki kecakapan digital untuk memitigasi persoalan tersebut," katanya.

Gemuh mengatakan literasi digital tidak cukup dipahami sebatas kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan menilai informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Kondisi tersebut menjadi penting karena perkembangan kawasan akan membuat interaksi warga dengan masyarakat dari luar desa semakin intensif.

Melalui pengabdian ini, UIN Mataram berharap masyarakat Gapuk memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi perubahan tersebut tanpa kehilangan kemampuan menjaga hubungan sosial di lingkungan desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....