Program BESTI Ajak Siswa SMPN 4 Batukliang Tanam Cabai

  • 10 Agt 2026 14:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah: Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah melalui Program BESTI atau Bersama Siswa Tanam Cabai.

Program yang dijalankan Dinas Pertanian bekerja sama dengan Dinas Pendidikan tersebut diluncurkan pada awal Agustus 2026. Salah satu pelaksanaannya berlangsung di SMP Negeri 4 Batukliang, Lombok Tengah, Sabtu 8 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaan program tersebut, SMP Negeri 4 Batukliang menerima sebanyak 125 bibit cabai. Bibit tersebut selanjutnya ditanam dan dirawat oleh pihak sekolah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Negeri 4 Batukliang, H. Zaenuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan Program BESTI tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi siswa.

“Kegiatan ini diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran siswa, sehingga mereka mendapatkan teori sekaligus praktik langsung atau pengalaman on-farm dalam mengelola sektor pertanian,” ujar H. Zaenuddin.

Program BESTI memiliki sejumlah tujuan strategis. Salah satunya membantu menekan inflasi daerah, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga dan dapat memengaruhi perkembangan inflasi.

Melalui produksi cabai secara mandiri di lingkungan sekolah, ketergantungan terhadap pasokan dari pasar diharapkan dapat dikurangi. Hasil panen nantinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Selain aspek ekonomi, Program BESTI juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Siswa diperkenalkan secara langsung dengan dunia pertanian untuk menumbuhkan minat, pengetahuan, kepedulian, serta keterampilan dalam bidang pertanian sejak dini.

Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai tanaman cabai, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik budidaya sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif.

Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dari program ini. Lahan yang sebelumnya tidak produktif diarahkan menjadi kawasan pertanian yang memiliki nilai edukatif sekaligus ekonomis.

Keberhasilan Program BESTI tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan, pihak sekolah, guru, PPL hingga kelompok tani.

Ke depan, program tersebut direncanakan tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga diperluas ke lembaga pendidikan lainnya, termasuk pondok pesantren yang memiliki potensi lahan untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian.

Melalui Program BESTI, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap keterlibatan siswa dalam kegiatan pertanian dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih peduli terhadap sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....