Sinergi Penyuluh Agama dan Dai Kesehatan Edukasi Remaja di Mataram

  • 05 Agt 2026 14:48 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sandubaya bekerja sama dengan Dai Kesehatan Kota Mataram menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan tentang pencegahan perkawinan anak serta antisipasi penyebaran HIV/AIDS di SMPN 19 Kota Mataram, Selasa 4 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMPN 19 Kota Mataram, jajaran dewan guru, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sandubaya yang terdiri atas Rahmi Kusbandiah, H. Ushuluddin, dan Baiq Rosmala Dewi, serta diikuti seluruh siswa.

Sebelum penyampaian materi, kegiatan diawali dengan pembiasaan literasi membaca Al-Qur'an bagi siswa muslim. Sementara itu, siswa nonmuslim mengikuti kegiatan sesuai keyakinan masing-masing di tempat terpisah.

Materi penyuluhan disampaikan oleh Hj. Rahmi Kusbandiah selaku Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi NTB sekaligus Koordinator Dai Kesehatan Kota Mataram.

Dalam pemaparannya, Rahmi menjelaskan bahwa edukasi kepada remaja perlu terus diperkuat sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi masa depan generasi muda, termasuk perkawinan anak dan penyebaran HIV/AIDS.

Ia mengatakan, penyuluhan bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa melalui informasi yang benar mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, gejala, hingga upaya pencegahannya berdasarkan pengetahuan medis. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghindari perilaku berisiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurut Rahmi, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang benar agar tidak mendiskriminasi maupun mengucilkan penyandang HIV/AIDS, sekaligus tetap mendukung upaya pencegahan melalui edukasi yang tepat.

Penyuluhan juga menekankan pentingnya mencegah perkawinan anak dengan mendorong peserta didik untuk memprioritaskan pendidikan, mengembangkan prestasi, serta membangun kesiapan emosional, sosial, dan ekonomi sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Selain aspek kesehatan, kegiatan tersebut menguatkan nilai-nilai agama dan akhlak sebagai bekal remaja dalam menghadapi dinamika pergaulan di era modern.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sandubaya menyebut kegiatan ini dilatarbelakangi masih ditemukannya kasus peserta didik yang putus sekolah akibat menikah pada usia anak serta pentingnya meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi sejak dini.

SMPN 19 Kota Mataram menyambut baik sinergi antara Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sandubaya dan Dai Kesehatan Kota Mataram. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki bekal pengetahuan yang memadai dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....