Hardian: Dana Revitalisasi 6 Kelas SMAN 1 Gunungsari Sudah Masuk Sekolah

  • 05 Agt 2026 11:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Harapan ratusan siswa SMAN 1 Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, untuk kembali belajar di ruang kelas yang layak segera terwujud. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) disebut akan segera merevitalisasi enam ruang kelas yang selama ini disegel karena dinilai tidak lagi layak digunakan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mengatakan proses revitalisasi akan segera dimulai setelah anggaran bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah.

"Tapi untuk nilai, besarannya saya belum mengetahuinya. Ini karena anggaran revitaliasi enam kelas di SMAN 1 Gunungsari, masuk langsung ke rekening sekolah. Intinya, apa yang menjadi keluhan ratusan siswa terjawab setelah saya suarakan ke pusat," jelas Hardian kepada wartawan, Selasa malam 4 Agustus 2028.

Menurut Ketua DPW PKB NTB tersebut, skema bantuan rehabilitasi dan revitalisasi bangunan sekolah saat ini berbeda dengan mekanisme sebelumnya yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ia menjelaskan, dalam nomenklatur APBN, anggaran tersebut masuk dalam program revitalisasi satuan pendidikan dengan mekanisme penyaluran dana langsung ke rekening sekolah.

"Dan proses pencairannya jika itu dari APBN, teknisnya anggarannya langsung dikirim ke rekening sekolah," kata Hardian.

Ia menambahkan, proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditargetkan dapat dilakukan pada Agustus ini. Dengan demikian, pihak sekolah dapat segera memulai pekerjaan fisik tanpa harus melalui pihak ketiga.

"Proses perjanjian kerjasama (PKS) untuk revitalisasi ruang kelas tersebut bisa dilakukan langsung oleh sekolah dan ditargetkan bisa pada bulan Agustus ini," ujarnya.

Hardian menegaskan, percepatan pelaksanaan revitalisasi diperlukan agar persoalan infrastruktur tidak mengganggu kualitas layanan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki kewenangan penuh untuk mengeksekusi anggaran sesuai ketentuan yang berlaku sehingga pembangunan dapat segera dimulai.

"Pihak sekolah, tentu bisa memulai melaksanakan pekerjaan pembangunan fisik pada bulan ini. Yakni, bulan Agustus. Pokoknya, sekolah punya kuasa penuh mengeksekusi anggaran agar cepat dan bisa para siswa belajar dengan aman dan nyaman ke depannya," jelas Lalu Hardian Irfani.

Selain SMAN 1 Gunungsari, Hardian mengungkapkan masih terdapat dua sekolah lain di Nusa Tenggara Barat yang juga membutuhkan perhatian serius, yakni SMAN 7 Mataram dan SMAN 1 Lingsar. Kedua sekolah tersebut mengalami persoalan pada bagian atap bangunan, sementara di SMAN 1 Lingsar kondisi tembok sekolah juga dinilai memerlukan rehabilitasi.

Pemerintah diharapkan dapat segera merealisasikan penanganan terhadap ketiga sekolah tersebut agar proses belajar mengajar berlangsung dalam kondisi yang aman, nyaman, dan representatif bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....