Balai Bahasa NTB Kenalkan Sastra Sasak kepada Siswa SDN 134 Mataram

  • 30 Jul 2026 13:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar layanan jemput bola (Jempol) dengan menyasar siswa kelas VI SDN 134 Mataram, Rabu 29 Juli 2026. Melalui kegiatan ini, sebanyak 70 siswa diperkenalkan dengan sastra dan cerita rakyat Sasak sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.

Tim Pelindungan Balai Bahasa Provinsi NTB mengawali kegiatan dengan menampilkan nembang dan dongeng berbahasa Sasak. Namun, hasil interaksi menunjukkan masih banyak siswa yang berasal dari suku Sasak belum mampu memahami bahasa daerah tersebut.

Temuan itu menjadi perhatian Balai Bahasa NTB karena menunjukkan tantangan dalam pewarisan bahasa daerah kepada generasi muda, khususnya di Kota Mataram. Untuk memudahkan pemahaman siswa, tim kemudian mengenalkan cerita rakyat NTB melalui media film animasi dan komik berbahasa Indonesia.

Siswa diajak menyaksikan film animasi hasil alih wahana cerita rakyat Putri Mandalika berjudul Putri Rabanga. Selain itu, beberapa siswa diberi kesempatan membacakan komik cerita rakyat Balang Kesimbar di hadapan teman-temannya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Salah seorang siswa, Kanaya, mengaku senang mengikuti pembelajaran yang dikemas melalui media cerita dan animasi.

"Kegiatan seperti ini sangat menyenangkan. Saya ingin ada pembelajaran seperti ini lagi," ujarnya.

Kepala SDN 134 Mataram, Zuriah, mengapresiasi inisiatif Balai Bahasa Provinsi NTB yang menghadirkan edukasi tentang bahasa dan sastra daerah kepada peserta didik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi NTB atas inisiatifnya memberikan wawasan baru tentang kedaerahan yang belum didapat siswa di Mataram," katanya.

Melalui program Jempol, Balai Bahasa Provinsi NTB terus mendorong pelestarian bahasa dan sastra daerah dengan menghadirkan pembelajaran yang interaktif sehingga generasi muda semakin mengenal dan mencintai kekayaan budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....