GEMS 2026 Dimulai di Rinjani, Sekolah Jadi Garda Konservasi
- 29 Jul 2026 10:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID Lombok Timur — SEAMEO BIOTROP resmi meluncurkan program Geopark Educational Model for School (GEMS) di kawasan Geopark Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Program ini menjadi salah satu dari enam program unggulan lembaga pada 2026 yang bertujuan memperkuat pendidikan konservasi lingkungan melalui pelatihan guru berbasis potensi lokal.
Deputy Director for Program SEAMEO BIOTROP, Dr. Doni Yusri, mengatakan GEMS dirancang agar sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembelajaran yang membangun pengalaman langsung tentang lingkungan.
“Fokus BIOTROP sejak berdiri adalah riset, edukasi, dan diseminasi. Melalui Geopark Educational Model, kami ingin sekolah menjadi bagian penting dalam upaya konservasi sumber daya alam,” ujar Doni, Selasa 28 Juli 2026.
SEAMEO BIOTROP merupakan pusat regional biologi tropis Asia Tenggara yang berdiri sejak 1968 dan menjadi salah satu pusat regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Saat ini koordinasi BIOTROP berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pada tahap awal pelaksanaan, program GEMS akan diterapkan di tiga kawasan geopark nasional, yakni Geopark Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Geopark Ciletuh di Jawa Barat, dan Geopark Batur di Bali.
Menurut Doni, ketiga lokasi tersebut dipilih karena memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta potensi pembelajaran lingkungan yang berbeda.
“Di Rinjani misalnya, peserta dapat mempelajari tanaman obat keluarga, kawasan rempah, hingga konservasi vegetasi. Model pelatihannya dibuat sederhana, mudah diterapkan, tidak membutuhkan biaya tinggi, dan dapat direplikasi oleh guru di sekolah masing-masing,” katanya.
Pelatihan GEMS mencakup sejumlah kegiatan praktik, mulai dari pengelolaan tanaman obat keluarga, pengolahan sampah menjadi kompos, hingga pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Peserta juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan untuk mendapatkan sertifikat.
| Baca juga: Kemendikdasmen Awasi MPLS Ramah di Sumbawa |

Selain pelatihan, setiap guru peserta akan menyusun rencana aksi atau action plan yang nantinya diterapkan di sekolah masing-masing. Tim BIOTROP akan melakukan pendampingan secara langsung maupun daring untuk memastikan program berjalan.
Doni menyebut hasil pelaksanaan GEMS di tiga geopark nasional akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.
“Kami sedang meramu model terbaik. Harapannya nanti lahir rekomendasi kebijakan sehingga sekolah memiliki aktivitas pendidikan nonformal berbasis geopark yang dapat diterapkan secara luas,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kabupaten Lombok Timur, Supriadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif program tersebut. Supriadi, perwakilan pemerintah daerah, menilai pembelajaran berbasis lingkungan sejalan dengan arah pendidikan saat ini yang menekankan pengalaman nyata di luar kelas.
“Anak-anak sejak SD, SMP hingga SMA perlu dibangun kesadarannya terhadap lingkungan. Pembelajaran berbasis alam dapat meningkatkan literasi, memperkuat karakter, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan,” katanya.
Program GEMS juga dinilai mendukung kebijakan pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan, pendidikan karakter, serta pembelajaran kokurikuler berbasis potensi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala SMK PP Negeri Mataram, Sugiarta, mengungkapkan kerja sama dengan SEAMEO BIOTROP selama delapan tahun telah memberikan dampak nyata bagi sekolahnya.
Melalui program seperti Urban Farming, sekolah tersebut berhasil mengembangkan Sekolah Mandiri Tanaman Sayur Berbasis Edukasi (SEMARSBI), sekolah agroeduwisata, hingga berbagai program kewirausahaan pertanian.
“Dampak pelatihan BIOTROP sangat terasa. Sekarang kami mengembangkan urban farming, sekolah agroeduwisata, hingga mendukung program pemerintah daerah seperti penanaman cabai untuk pengendalian inflasi,” ujar Sugiarta.
SMK PP Negeri Mataram juga mendapat tugas memproduksi sekitar 400 ribu bibit cabai yang telah disalurkan secara gratis ke berbagai sekolah di Pulau Lombok sebagai bagian dari program pertanian masuk sekolah.
Melalui GEMS, SEAMEO BIOTROP berharap sekolah di kawasan geopark Indonesia dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran lingkungan sekaligus menjadi agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....