Dukung SMK Mendunia, SMKN 5 Mataram Matangkan Konsep Pembelajaran 3+0

  • 22 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Peluncuran program SMK Mendunia oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai ditindaklanjuti sekolah dengan berbagai strategi. Salah satunya dilakukan SMKN 5 Mataram yang tengah merancang skema pembelajaran "3+0" bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, agar lulusan memiliki kompetensi global tanpa harus menambah masa belajar setelah lulus.

Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, menjelaskan konsep atau skema 3+0 dinilai dapat mengoptimalkan potensi peserta didik karena penguatan kompetensi dilakukan selama tiga tahun masa pendidikan di sekolah.

"Kalau program pusat itu 3+1, artinya tiga tahun sekolah ditambah satu tahun pembekalan. Kami di NTB sedang merumuskan konsep 3+0, jadi seluruh penguatan kompetensi diberikan selama siswa masih bersekolah," jelasnya, Rabu 22 Juli 2026.

Istiqlal mengatakan, materi tambahan yang akan disisipkan meliputi penguasaan bahasa asing, budaya kerja internasional, hingga penguatan soft skill yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan. Dengan demikian, lulusan diharapkan siap memasuki dunia kerja global segera setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, setiap sekolah nantinya dapat menentukan negara tujuan sesuai potensi kerja sama yang dimiliki. Konsekuensinya, pembelajaran bahasa asing juga akan disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

"Kalau proyeksinya ke Jepang tentu kami perkuat bahasa Jepang. Kalau negara lain, bisa bahasa Inggris atau bahasa lain sesuai kebutuhan pasar kerja di sana," ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan kurikulum pendukung. Misalnya, sektor perhotelan dan restoran masih banyak dibutuhkan di Malaysia, barista di kawasan Timur Tengah, hingga caregiver atau pendamping lansia di sejumlah negara Eropa.

"Kami ingin lulusan SMK tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di luar negeri sesuai kompetensi yang dibutuhkan," ucapnya.

Meski demikian, Istiqlal menegaskan penerapan konsep 3+0 akan dilakukan secara bertahap. Sekolah akan memetakan terlebih dahulu minat peserta didik sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan industri internasional agar program berjalan efektif.

Ia optimistis konsep tersebut akan mempercepat implementasi program SMK Mendunia sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK di Nusa Tenggara Barat.

"Kami ingin percepat. Jangan sampai anak-anak harus menunggu satu tahun lagi setelah lulus. Selama tiga tahun di sekolah, mereka sudah dibekali kompetensi yang dibutuhkan sehingga setelah lulus siap bekerja," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....