Gandeng Berbagai Pihak, SMPN 15 Mataram Perkaya Materi MPLS Ramah 2026
- 20 Jul 2026 20:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 15 Mataram tahun 2026 tidak hanya berisi pengenalan lingkungan sekolah. Berbagai materi penguatan karakter disampaikan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi dan komunitas agar peserta didik baru memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual sejak hari pertama masuk sekolah.
Ketua Panitia MPLS SMPN 15 Mataram, Lutfi Qurratul Aini, mengatakan penyusunan materi diawali dengan mempelajari pedoman MPLS terbaru yang diterbitkan Kementerian Pendidikan. Setelah itu, panitia menyusun rangkaian kegiatan sekaligus menentukan narasumber yang dinilai sesuai dengan kebutuhan materi tahun ini.
"Setelah SK panitia keluar, langkah pertama yang kami lakukan adalah melihat tema dan materi MPLS tahun 2026 di situs kementerian. Setelah itu kami menyusun rundown kegiatan sekaligus menentukan kolaborator yang sesuai dengan materi MPLS Ramah 2026," jelasnya, Senin 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan, terdapat empat materi utama yang menjadi fokus pelaksanaan MPLS tahun ini, yakni Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, sopan santun dalam bermedia sosial, serta penguatan budaya 5S yang meliputi senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
Menurut Aini, sebagian materi diterapkan melalui praktik langsung agar peserta didik terbiasa menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya program Pagi Ceria yang dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai.
"Setiap pagi anak-anak berbaris, kemudian melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama. Jadi tidak hanya teori, tetapi langsung dipraktikkan," ujarnya.
Untuk materi etika bermedia sosial, SMPN 15 Mataram menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta didik diberikan pemahaman mengenai etika menggunakan media sosial, pentingnya menjaga jejak digital, hingga contoh kasus yang kerap dihadapi remaja di ruang digital.
Sementara itu, materi tentang keamanan pangan disampaikan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Materi tersebut dipilih karena SMPN 15 Mataram memiliki program unggulan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman yang berhasil meraih peringkat pertama tingkat Nusa Tenggara Barat.
"Kami juga menghadirkan BPOM karena sekolah memiliki program PJAS Aman. Tahun lalu kami meraih peringkat pertama di NTB, sehingga materi tentang pangan sehat juga kami masukkan dalam MPLS," ungkapnya.
Berbeda dengan penyampaian materi lainnya, penguatan budaya 5S diberikan melalui metode mendongeng. Untuk itu, panitia menghadirkan narasumber dari komunitas Rumah Mendongeng agar nilai-nilai sopan santun lebih mudah dipahami oleh peserta didik baru.
Selain menghadirkan narasumber dari luar, panitia juga menyusun sejumlah materi secara mandiri. Salah satunya mengenai budaya antre yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di sekolah, mulai dari antre menerima Makan Bergizi Gratis (MBG), membeli makanan di kantin, hingga antre saat berwudu sebelum ibadah.
Aini menilai kolaborasi dengan berbagai pihak memberikan warna baru dalam pelaksanaan MPLS. Materi yang disampaikan menjadi lebih dekat dengan kehidupan peserta didik sekaligus membantu sekolah menanamkan karakter positif sejak awal mereka memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.
"Kami berharap materi yang diberikan selama MPLS tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....