Balai Bahasa NTB Tingkatkan Kompetensi Kebahasaan Guru Yayasan Lenterahati
- 28 Jun 2026 19:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan pendampingan kebahasaan kepada para guru Yayasan Lenterahati, Kabupaten Lombok Barat, sebagai upaya meningkatkan kompetensi literasi dan kemampuan berbahasa para pendidik. Kegiatan yang berlangsung pada 23 Juni 2026 itu menghadirkan sejumlah materi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Layanan kebahasaan tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Balai Bahasa Provinsi NTB, yakni Widyabasa Ahli Muda Nurcholis Muslim dan Ni Made Yudiastini, serta Penelaah Teknis Kebijakan Hartanto. Masing-masing narasumber membahas materi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kemampuan berbahasa Indonesia.
Nurcholis Muslim menyampaikan materi mengenai pemanfaatan buku bacaan bermutu. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran guru dalam memilih bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Menurutnya, buku bacaan yang berkualitas dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak sejak usia dini.
Sementara itu, Ni Made Yudiastini membawakan materi tentang metode membaca nyaring (read aloud). Teknik tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif melalui penggunaan intonasi, ekspresi, dan penghayatan saat membacakan cerita. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami isi bacaan sekaligus meningkatkan ketertarikan mereka terhadap kegiatan membaca.
Pada sesi berikutnya, Hartanto memberikan sosialisasi mengenai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Ia menjelaskan bahwa UKBI merupakan instrumen standar untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Penguasaan bahasa Indonesia yang memadai dinilai penting bagi tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas penggunaan bahasa negara di lingkungan pendidikan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diwarnai diskusi antara narasumber dan peserta. Para guru aktif mengajukan pertanyaan terkait penerapan materi di lingkungan sekolah, mulai dari strategi membangun budaya literasi hingga pemanfaatan UKBI dalam pengembangan kompetensi guru.
Melalui layanan kebahasaan tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTB berharap para guru Yayasan Lenterahati dapat mengimplementasikan berbagai materi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, pembelajaran di sekolah diharapkan menjadi lebih kreatif, komunikatif, serta mampu memperkuat budaya literasi di kalangan peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....