SMPN 15 Mataram Angkat Pesan Pelestarian Alam lewat Karya Musik Tradisional FLS3N

  • 17 Jun 2026 12:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Setelah melewati seleksi tingkat Kota Mataram, SMPN 15 Mataram menjadi salah satu perwakilan Kota Mataram yang lolos ke Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada cabang Kreativitas Musik Tradisional. Penampilan peserta direkam melalui proses pengambilan video yang langsung didampingi Waka Kesiswaan Dewi Tutini Yulianti, pada Selasa, 16 Juni 2026.

Pada ajang tersebut, tim SMPN 15 Mataram membawakan karya musik tradisional garapan baru berjudul “Sapuh Jagad”. Karya ini mengangkat tema pelestarian lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai budaya lokal Sasak.

Secara makna, sapuh berarti menyapu atau membersihkan, sedangkan jagad berarti dunia atau alam semesta. Melalui karya tersebut, para siswa menggambarkan aktivitas remaja yang bergotong royong membersihkan lingkungan dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Suasana kebersamaan dan kekompakan para remaja dalam menjaga kebersihan lingkungan diterjemahkan melalui permainan musik yang memadukan berbagai alat musik tradisional Sasak, seperti kelentang, tawaq-tawaq, gendang beleq, gerantang, serta sejumlah instrumen pendukung lainnya.

Komposisi musik tersebut dikemas dengan pola permainan tradisi Sasak yang dipadukan dengan gerak tubuh yang menggambarkan keceriaan para remaja saat melakukan kegiatan pelestarian alam.

Kepala SMPN 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani, mengatakan karya yang ditampilkan sengaja mengangkat perpaduan antara budaya daerah dan isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurutnya, melalui seni tradisional, siswa tidak hanya diajak untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

“Tema yang kami angkat merupakan perpaduan adat dan pelestarian lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat, khususnya tentang pentingnya menjaga alam,” jelasnya, Rabu 17 Juni 2026.

Sri Wahyu menjelaskan, keberhasilan lolos ke tingkat provinsi menjadi pencapaian yang membanggakan bagi sekolah sekaligus menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengembangkan kreativitas di bidang seni.

Ia berharap penampilan tim SMPN 15 Mataram mampu memberikan hasil terbaik dan dapat mengharumkan nama Kota Mataram pada ajang FLS3N tingkat Provinsi NTB.

“Kami berharap anak-anak bisa tampil maksimal dan memperoleh hasil terbaik sehingga dapat melangkah ke tingkat nasional,” ujarnya.

Ajang FLS3N menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah. Melalui karya Sapuh Jagad, SMPN 15 Mataram berupaya menghadirkan pesan tentang pentingnya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta pelestarian budaya lokal dalam satu pertunjukan musik tradisional yang inovatif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....