SMAN 1 Mataram Pastikan SPMB Transparan, Tegaskan Tidak Ada Praktik Titip-Menitip
- 15 Jun 2026 15:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – SMAN 1 Mataram memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 berlangsung secara transparan dan bebas dari praktik titip-menitip maupun jual beli kursi yang kerap menjadi perhatian publik setiap musim penerimaan siswa baru.
Kepala SMAN 1 Mataram, Burhanudin, mengatakan seluruh tahapan seleksi saat ini dilakukan melalui sistem digital yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan hasil seleksi secara terbuka dan real time.
Menurutnya, sekolah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang diterima di luar ketentuan sistem. Peran panitia sekolah hanya melakukan verifikasi berkas sesuai persyaratan yang telah ditetapkan.
“Untuk gratifikasi maupun penitipan, kami tidak punya hak di sistem ini. Kami hanya menjalankan sistem dan memvalidasi berkas,” jelasnya, Senin 15 Juni 2026.
Burhanudin menegaskan pihak sekolah secara rutin melakukan rapat evaluasi dan koordinasi selama pelaksanaan SPMB. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami selalu melakukan evaluasi setiap selesai tahapan kegiatan SPMB. Dalam bekerja harus hati-hati dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan seluruh panitia telah diingatkan untuk tidak melayani segala bentuk intervensi, termasuk praktik titip-menitip yang berpotensi mencederai integritas pelaksanaan SPMB.
Menurutnya, apabila dokumen atau persyaratan calon peserta didik tidak memenuhi ketentuan, maka sistem tidak akan meloloskan peserta tersebut meskipun ada pihak yang mencoba memberikan rekomendasi atau menitipkan calon siswa.
“Bagaimanapun caranya, kita tidak bisa titip-menitip. Kalau memang tidak sesuai kriteria, ya tidak sesuai,” ujarnya.
Burhanudin menjelaskan salah satu keunggulan sistem SPMB saat ini adalah keterbukaan informasi kepada masyarakat. Orang tua dan calon peserta didik dapat memantau posisi peringkat secara langsung melalui sistem daring yang tersedia.
Dengan mekanisme tersebut, masyarakat dapat melihat perkembangan posisi calon siswa dari waktu ke waktu sehingga proses seleksi menjadi lebih transparan.
“Setiap detik orang tua bisa memantau posisi anaknya. Jadi pergerakan peringkat bisa dilihat secara langsung,” tuturnya.
Selain itu, pihak sekolah juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB apabila menemukan dokumen yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut, terutama pada jalur prestasi.
Sebagai contoh, sertifikat prestasi tingkat nasional dan internasional harus melalui proses kurasi terlebih dahulu. Sementara sertifikat tingkat provinsi harus memiliki jenjang prestasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh perlakuan yang sama dan proses seleksi berjalan secara objektif.
Burhanudin menilai keterbukaan sistem menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB.
“Alhamdulillah semuanya bisa dipantau oleh orang tua. Jadi prosesnya lebih terbuka dan masyarakat bisa melihat langsung perkembangannya,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat terus berjalan lancar serta menjadi contoh penerapan sistem penerimaan siswa baru yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....