Jiwerage, ketika Hobi Menjahit Menjadi Peluang Usaha
- 08 Jun 2026 06:24 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Ia mengajak anak muda berani memulai bisnis, memanfaatkan teknologi, dan menjadikan persaingan sebagai motivasi berkembang
- Arie Prakoso membangun brand Jiwerage dari hobi menjahit yang dikembangkan menjadi usaha fashion
RRI.CO.ID, Mataram - Tidak semua orang berani memulai usaha dari kemampuan yang dimiliki. Namun, hal itulah yang dilakukan oleh Arie Prakoso. Di balik kesibukannya sebagai MC, ia juga membangun sebuah brand fashion bernama Jiwerage yang lahir dari kecintaannya pada dunia menjahit.
Dalam program Sore Ceria Pro 2 FM RRI Mataram, Arie menceritakan bahwa sebelum dikenal sebagai MC, dirinya bekerja sebagai penjahit. Saat bekerja, ia sering mendengarkan radio hingga suatu hari mengetahui adanya lowongan penyiar. Berbekal keberanian mencoba hal baru, ia mendaftar dan berhasil diterima sebagai penyiar radio.
Perjalanan kariernya kemudian berkembang menjadi MC profesional. Namun, setelah semakin fokus di dunia MC, Arie mulai memikirkan aktivitas produktif yang bisa dijalankan di luar jadwal acara yang biasanya lebih ramai pada akhir pekan. Dari situlah muncul ide untuk kembali mengembangkan keterampilan menjahit yang telah lama dimiliki.
Pengalaman membuat kostum untuk kebutuhan tampil sebagai MC menjadi inspirasi lahirnya brand fashion bernama Jiwerage. Nama tersebut berasal dari kata “jiwa” dan “raga”, yang menggambarkan filosofi bahwa setiap orang memiliki keindahan dari dalam diri atau inner beauty yang dapat terpancar melalui rasa percaya diri.
Untuk mengembangkan usahanya, Arie memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi. Ia rutin membuat konten dan mencari inspirasi dari berbagai sumber, mulai dari program televisi hingga tren fashion yang sedang berkembang. Bahkan, teknologi kecerdasan buatan atau AI juga dimanfaatkan sebagai sarana belajar untuk mengembangkan ide bisnis dan pemasaran.
Menurut Arie, persaingan dalam dunia usaha bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Justru keberadaan kompetitor dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk. Yang terpenting adalah memiliki ciri khas, menjaga kualitas, serta berani tampil berbeda.
Ia juga menjelaskan bahwa profesi MC dan wirausaha memiliki tantangan yang berbeda. Menjadi MC membutuhkan modal berupa kemampuan berbicara, rasa percaya diri, dan jam terbang yang tinggi. Sementara itu, membangun usaha memerlukan modal dana, perencanaan produksi, strategi pemasaran, hingga konsistensi dalam membuat konten promosi.
Di akhir perbincangan, Arie berpesan kepada generasi muda untuk tidak takut memulai. Baik ingin menjadi kreator, penyiar, MC, maupun pengusaha, langkah pertama adalah keberanian untuk mencoba. Menurutnya, selama seseorang memiliki niat dan terus menikmati proses yang dijalani, hasil akan mengikuti seiring waktu.
“Berani memulai adalah kunci. Nikmati prosesnya, karena setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa pelajaran dan peluang baru,” pesannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....