Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren
- 21 Mei 2026 21:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri acara tasyakuran penamatan santri dan santriwati Yayasan Pondok Pesantren (YPP) YPP Darul Iman Wattaqwa NW Boro’ Tumbuh, Kecamatan Suralaga, Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut mengusung tema “Membentuk Generasi Sukses di Era Globalisasi, Cerdas Spiritual dan Cerdas Sosial.”
Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tuan guru dan wali murid, untuk bersama-sama mendoakan Lombok Timur agar tetap damai, aman, dan tenteram.
“Kita ingin membangun Lombok Timur yang damai, masyarakatnya bekerja dengan baik, hidup tenteram dan aman,” ujarnya Kamis, 21 Mei 2026
Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengusulkan pendirian Sekolah Garuda kepada Kementerian Pendidikan.
Ia mengaku bangga atas keberadaan Pondok Pesantren Darul Iman Wattaqwa yang dinilai telah membantu pemerintah dalam memberikan pendidikan sekaligus pembinaan moral kepada masyarakat.
“Kalau tidak ada pondok pesantren, tentu akan sangat berat bagi pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran pondok pesantren sangat membantu dan kami sangat bersyukur,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan tersebut, Bupati mempersilakan pengurus yayasan mengajukan proposal bantuan hibah untuk pembangunan ruang kelas tambahan yang saat ini tengah berjalan.
“Silakan pengurus yayasan buat proposal, nanti kami bantu dana hibah untuk pembangunan ruang kelas,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan para santri dan santriwati agar senantiasa menjaga akhlakul karimah. Disamping itumenjauhi penyalahgunaan narkoba demi menjaga masa depan generasi muda.
Sementara itu, Sekretaris Umum YPP Darul Iman Wattaqwa NW, Hariadi, berpesan kepada seluruh santri agar tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati guru agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat.
“Jangan pernah bosan belajar, karena belajar itu wajib dari lahir sampai meninggal dunia. Hormati guru-guru kita agar ilmu yang didapat menjadi berkah,” ujarnya.
Adapun jumlah santri yang tamat pada tahun ini sebanyak 131 orang, terdiri dari TK sebanyak 41 orang, Madrasah Ibtidaiyah 16 orang, MTs 49 orang, dan Madrasah Aliyah 25 orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....