Jadi Tuan Rumah FLS3N, SMPN 15 Mataram Bawakan Konsep Seni Berbasis Budaya Lokal

  • 20 Mei 2026 23:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Mataram tidak hanya fokus pada persiapan teknis menghadapi Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026, tetapi juga memperkuat konsep pertunjukan berbasis budaya lokal dan isu lingkungan. Berbagai cabang lomba disiapkan dengan tema yang relevan dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sebagai sekolah yang kembali dipercaya menjadi tuan rumah FLS3N tingkat Kota Mataram, SMPN 15 Mataram mulai memaksimalkan berbagai fasilitas sekolah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

Wakil Kepala SMPN 15 Mataram Bidang Kesiswaan, Dewi Tutini Yulianti mengatakan, sekolah sejak awal telah menyiapkan konsep pertunjukan sesuai arah tema yang kemungkinan muncul dalam petunjuk teknis lomba tahun ini.

Menurutnya, para pelatih diminta fokus memperkuat kemampuan dasar siswa agar lebih mudah menyesuaikan konsep ketika tema resmi lomba diterbitkan. Dengan cara itu, siswa dinilai lebih siap menghadapi perubahan konsep perlombaan.

“Kami minta anak-anak memantapkan gerak dasar dulu. Ketika juknis keluar, pelatih tinggal menyesuaikan konsep dengan tema,” kata Dewi, Rabu 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan, cabang tari tahun ini dirancang mengangkat budaya lokal melalui konsep Perang Topat. Konsep tersebut dipilih untuk memperkenalkan tradisi daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tingkat nasional.

Sementara untuk cabang pantomim, sekolah memilih isu lingkungan sebagai tema utama. Konsep yang diangkat berkaitan dengan persoalan sampah dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Kalau pantomim kami mengambil tema memancing sampah. Jadi ada pesan tentang kebersihan lingkungan di sana,” ujarnya.

Tidak hanya itu, cabang musik juga disiapkan dengan konsep bertema Sapu Jagad. Para siswa dilatih menguasai berbagai alat musik agar lebih fleksibel dalam menyesuaikan aransemen dan kebutuhan penampilan.

Menurut Dewi, penguatan konsep menjadi bagian penting dalam pembinaan FLS3N karena lomba seni tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas dan pesan yang dibawa dalam pertunjukan.

Sekolah juga menyiapkan latihan rutin setiap minggu dengan jadwal yang telah disusun sejak awal tahun ajaran. Latihan tersebut didukung melalui pendanaan sekolah dan bantuan dana BOS kinerja.

“Kami sudah membuat jadwal latihan mingguan dan bulanan. Semua kebutuhan anak-anak untuk lomba kami siapkan sejak awal,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....