107 Siswa Lulus, SMKPP Negeri Mataram Cetak Lulusan Siap Kerja dan Raih Beasiswa

  • 06 Mei 2026 21:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Sebanyak 107 siswa kelas XII SMKPP Negeri Mataram resmi dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2025/2026. Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta, S.Pi., M.Pd., M.Si., menyebut lulusan tersebut berasal dari delapan kompetensi keahlian di bidang pertanian dan peternakan.

Ia menjelaskan, seluruh siswa telah melalui proses pembelajaran berbasis praktik yang menjadi ciri pendidikan vokasi. Menurutnya, pendekatan ini membuat siswa lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus.

“Tahun ini kita meluluskan 107 siswa dari delapan kompetensi keahlian,” kata Sugiarta, Rabu 6 mei 2026.

Adapun rincian kelulusan menunjukkan variasi pada tiap program. Agribisnis Perikanan Air Tawar meluluskan 13 siswa, terdiri dari 11 laki-laki dan 2 perempuan.

Sementara Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian mencatat 19 siswa, dengan dominasi 17 perempuan. Program Agribisnis Perbenihan Tanaman meluluskan 12 siswa yang terdiri dari 8 laki-laki dan 4 perempuan.

“Agribisnis Tanaman Perkebunan ada 7 siswa, lalu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sebanyak 14 siswa,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Agribisnis Ternak Ruminansia menjadi program dengan jumlah lulusan terbanyak yakni 20 siswa. Disusul Agribisnis Ternak Unggas sebanyak 5 siswa dan Kesehatan Hewan sebanyak 17 siswa.

Secara keseluruhan, jumlah lulusan terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 44 siswa perempuan. Komposisi ini mencerminkan keterlibatan siswa di berbagai bidang keahlian yang cukup merata.

“Semua kompetensi keahlian berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan sesuai bidangnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, setelah lulus siswa memiliki tiga pilihan utama. Mereka dapat langsung bekerja, membuka usaha sendiri, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurutnya, peluang melanjutkan pendidikan juga mulai terbuka lebar. Bahkan, beberapa siswa telah berhasil mendapatkan beasiswa di bidang pertanian.

“Sudah ada tiga siswa kita yang diterima beasiswa di Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Malang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses seleksi beasiswa tersebut tidak mudah. Siswa harus melalui tahapan usulan dari sekolah, seleksi administrasi, hingga tes yang dilakukan pihak perguruan tinggi.

Keberhasilan ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa lulusan SMKPP mampu bersaing secara nasional. Selain itu, hal ini juga menunjukkan kualitas pembinaan yang dilakukan di sekolah.

“Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita punya daya saing untuk melanjutkan pendidikan di bidang pertanian,” terangnya.

Ia menambahkan, setiap lulusan tidak hanya menerima ijazah sebagai bukti kelulusan. Sekolah juga membekali mereka dengan sertifikat kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Menurutnya, sertifikat tersebut menjadi nilai tambah saat lulusan masuk dunia kerja. Hal ini sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai tenaga siap pakai di sektor pertanian.

“Selain ijazah, anak-anak juga dibekali sertifikat kompetensi sebagai bukti keterampilan mereka,” ucapnya.

Di sisi lain, ia menyebut sebagian siswa juga sudah mendapatkan tawaran kerja dari tempat praktik kerja lapangan. Hal ini menjadi indikasi bahwa lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

Menurutnya, pengalaman praktik selama sekolah menjadi nilai tambah yang membuat siswa lebih siap. Dunia kerja pun lebih mudah mengenali kemampuan mereka sejak dini.

“Sebagian sudah ada yang ditawari bekerja di tempat mereka praktik sebelumnya,” katanya.

Ia juga mendorong lulusan untuk berani mencoba berwirausaha. Keterampilan yang dimiliki dinilai cukup untuk menjadi modal awal membuka usaha di bidang pertanian.

Menurutnya, lulusan SMK tidak harus selalu bergantung pada lowongan kerja. Mereka juga memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Kita ingin mereka tidak hanya mencari kerja, tapi juga bisa membuka usaha,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....