Hardiknas 2026: Momentum Lombok Timur Tingkatkan Mutu Pendidikan
- 02 Mei 2026 17:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pada Sabtu, 2 April 2026 di halaman Kantor Bupati. Bertindak sebagai pembina upacara, Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik.
Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa pendidikan tidak sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga upaya membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat. Dengan mengusung filosofi sistem Among dari Ki Hajar Dewantara Asah, Asih, dan Asuh pemerintah menekankan pentingnya memanusiakan manusia dalam pembangunan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi bagaimana kita membentuk manusia yang berkarakter dan beradab,” ujar Sekda saat membacakan amanat menteri.
Pemerintah saat ini memfokuskan kebijakan pada penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara merata serta membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing.
“Melalui pendekatan ini, kita ingin memastikan peserta didik tidak hanya memahami, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif,” lanjutnya.
Sejumlah langkah strategis telah ditempuh, di antaranya melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan revitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan pada 2025. Digitalisasi pendidikan juga diperkuat melalui distribusi Papan Interaktif Digital ke ratusan ribu sekolah di seluruh Indonesia, guna menciptakan lingkungan belajar yang modern.
Kesejahteraan guru turut menjadi perhatian utama. Pemerintah menyediakan beasiswa rekognisi pembelajaran lampau (RPL) bagi guru yang belum menempuh pendidikan S1, serta meningkatkan tunjangan sertifikasi yang kini disalurkan langsung setiap bulan.
Selain itu, pelatihan guru terus dikembangkan, mencakup bidang bimbingan konseling hingga kecerdasan artifisial (AI).
"Guru adalah agen peradaban, sehingga kesejahteraannya harus menjadi prioritas,” katanya.
Di sisi lain, sekolah didorong menjadi ruang yang aman dan nyaman melalui penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta bebas dari perundungan. Program pendukung seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, hingga penguatan karakter melalui pembelajaran berbasis pengalaman juga terus digalakkan.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan literasi, numerasi, dan STEM, serta penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi objektif. Akses pendidikan diperluas melalui berbagai skema, termasuk sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, dan penguatan sekolah inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.
Dalam kurun 18 bulan terakhir, fondasi transformasi pendidikan terus diperkuat dengan melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Menteri menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ini bergantung pada prinsip 3M: mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
“Tanpa perubahan pola pikir dan mental yang kuat, kebijakan hanya akan menjadi formalitas,” ungkapnya.
Melalui momentum Hardiknas ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini demi mewujudkan sumber daya manusia unggul dan masa depan bangsa yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....