Kelompok Rentan di Pringgabaya miliki Ketangguhan Menghadapi Perubahan Iklim

  • 22 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Bappeda NTB menyarankan hasil penelitian oleh MoeFCC atau Model Rancangan Masa Depan untuk Ketahanan Iklim dengan melibatkan Masyarakat di Lombok Timur, dapat menjadi referensi maupun acuan bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, guna menciptakan ketangguhan terhadap ketahanan Iklim. Harapan itu disampaikan Kabid Infrastruktur Bappeda NTB Laksmi Fortuna diakhir diskusi seputar presentasi hasil penelitian di Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, hari Selasa, 22 September 2026 di Kantor Bappeda NTB.

DR. Miya Erawati Peneliti dari Australia ini memaparkan hasil penelitiannya di wilayah Pringgabaya dengan simple pengambilan di sejumlah Dusun dengan sasaran Penelitian Adalah kaum Perempuan sisi gender, kaum disabilitas dan orang tua. Mereka inilah yang harus disenuth guna mendapatkan ketahanan dan ketangguhan Ketika dihadapkan pada persoalan perubahan iklim seperti musim kemarau berkepanjangan.

Tiga klasifikasi ini mulai gender, disabilitas dan orang tua, adalah kelompok Masyarakat yang paling rentan, terkena imbas dari perubahan iklim, sehingga harus mendapat perhatian dari perspektif pendekatan dan sentuhan program.

Empat cara pandang sekaligus rekomendasi sebagai hasil peneltian dengan mengeluarkan empat rekoemndasi yang dapat menjadi pijakan, yaitu Diversifikasi mencakup lapangan kerja, system sosial di masyatakat, Pengelolaan sumber daya dengan mengoptimalkan ketersediaan sumber daya serta dikelola dengan baik dan terkonsep, Aksi Kolektif yang mencakup kalau kekeringan dapat Bersama membeli mesin pompa air, dan Adaptasi dengan kondisi alam dan perubahan cuaca ekstrim.

Dr. Erawati memaparkan dari hasil penelitian yang diperlukan Adalah harus ada sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

"Memang sudah ada satu data milik NTB, tetapi harus diintegrasikan dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur," ujar DR.Erawati yang menambahkan tinggal menunggu kebijakan masing masing Pemerintah di level PROVINSI dan Kabupaten.

Diskusi usai pemaparan berlangsung hangat kalangan ASN dari Bappeda NTB juga menguraikan pandangan Peneliti yang berlinier dengan keterpaduan dalam penanganan bencana, penebangan hutan, serta bencana alam lainnya, disamping munculnya pemikiran penggunaan teknologi dalam pemanfaatan potensi Daerah pesisir bagi kaum rentan, dan penggunaan sumber mata air, sesuai dengan tusi Dinas Instansi yang rangkum dalam satu kebijakan dan dipastikan bermanfaat bagi kaum rentan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....