Pembelajaran Bahasa Sasak Dorong Kreativitas Guru dalam Revitalisasi Bahasa
- 29 Apr 2026 18:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Sasak memasuki hari terakhir pada 24 April 2026. Seluruh materi pembelajaran telah diberikan kepada peserta sebagai bekal pengimbasan di lingkungan sekolah.
Tujuh materi yang disampaikan meliputi membaca puisi, tembang, pidato, komedi tunggal, menulis aksara, mendongeng, dan menulis cerpen. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan aspek pembelajaran agar dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, menegaskan pentingnya komitmen peserta dalam pelestarian bahasa daerah. Ia mengajak guru untuk aktif mengimbaskan materi pembelajaran kepada rekan sejawat dan peserta didik.
"Kami mohon Bapak dan Ibu sungguh-sungguh mengimbaskan pelestarian bahasa daerah ke rekan sejawat, minimal pembelajaran bahasa daerah dapat diterapkan di kelas. Jadi, mohon jika nanti kami melakukan evaluasi ke sekolah, proses pembelajaran bahasa daerah sudah berjalan.
Pesan dari saya bahwa hal ini merupakan tugas kita bersama. Jadi, kami menitipkan amanat undang-undang terkait pelestarian bahasa daerah yang harus kita lakukan bersama-sama tanpa pamrih," pesannya.
Kegiatan ini dinilai mampu membuka ruang kreativitas dan ekspresi bagi para guru dalam pembelajaran bahasa Sasak. Para peserta mendapatkan kesempatan menampilkan hasil pembelajaran sebagai bentuk praktik langsung.
Empat peserta terpilih tampil mewakili guru SD dan SMP dengan beragam karya. Penampilan tersebut meliputi tembang Sasak, pembacaan puisi, komedi tunggal, hingga karya sastra lainnya.
Penampil pertama adalah Pari Husnan dari SDN 1 Otak Rarangan yang membawakan tembang “Mas Kumambang”. Selanjutnya Yuliani dari SDN 2 Sikur menampilkan puisi “Jaman Jogang” karya H. Amrullah.
Penampilan berikutnya diisi oleh Toni Azhare dari SMPN 2 Lingsar dengan komedi tunggal. Sementara Sri Sudarianti dari SMPN 1 Gerung membawakan puisi karya Imam Safwan sebagai penutup.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga ruang ekspresi terbuka bagi guru dalam menghidupkan bahasa daerah. Pembelajaran yang diterima diharapkan mampu mendorong penggunaan bahasa Sasak di lingkungan pendidikan.
Ketua panitia, Gilang Aryo Damar, juga menyampaikan hasil evaluasi peserta selama kegiatan berlangsung. Ia menyebut sebagian besar peserta memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan kegiatan.
Beberapa masukan yang disampaikan terkait kebutuhan perlengkapan seperti alat tulis pribadi. Selain itu, peserta juga menilai panitia dan narasumber telah memberikan pelayanan yang baik dan membantu selama kegiatan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf jika dalam pelayanan kami masih belum maksimal. Kami juga berterima kasih kepada para peserta yang telah mengikuti ketujuh materi pembelajaran revitalisasi bahasa Sasak dari awal sampai akhir," imbuh Gilang menutup kegiatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....