Balai Bahasa NTB dan BASAibu Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah

  • 29 Agt 2026 16:07 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya memperkuat pelestarian bahasa daerah di Nusa Tenggara Barat terus didorong melalui kolaborasi Balai Bahasa Provinsi NTB dan BASAibu Wiki NTB. Kedua lembaga membahas implementasi kerja sama sekaligus menyusun rencana kegiatan yang dapat dijalankan bersama sepanjang 2026.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi BASAibu Wiki NTB bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, di Ruang Anjani, Kamis, 27 Agustus 2026. Pertemuan menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program kerja kedua pihak yang telah menjalin kolaborasi sejak 2022.

Salah satu fokus kerja sama adalah pelestarian bahasa daerah dengan melibatkan generasi muda. Balai Bahasa NTB menilai keterlibatan anak muda penting untuk memastikan bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo tetap digunakan sekaligus mendapat ruang yang lebih luas di tengah perkembangan teknologi dan media digital.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengapresiasi perhatian BASAibu Wiki NTB terhadap upaya pelestarian bahasa daerah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pemuda.

Menurut Arie, pelestarian bahasa daerah saat ini menjadi salah satu gerakan yang terus diperkuat melalui program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di berbagai daerah.

Ia menilai BASAibu Wiki NTB sebagai lembaga nonpemerintah yang turut bergerak dalam pelestarian bahasa daerah memiliki peluang untuk memperkuat program tersebut melalui kolaborasi.

Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan adalah memperbanyak publikasi digital di ruang publik dengan menggunakan ungkapan maupun pesan moral yang bersumber dari kearifan lokal dalam bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo.

“Kita perlu memperkaya publikasi digital ruang publik dengan pesan moral kearifan lokal dalam bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo. Hal ini bagus untuk digali dalam upaya meningkatkan kecintaan masyarakat NTB terhadap bahasa daerahnya,” tutur Arie.

Ia mengatakan usulan implementasi kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk Rencana Kerja. BASAibu Wiki NTB juga diharapkan dapat membantu publikasi dan diseminasi informasi mengenai pelestarian bahasa daerah melalui berbagai kanal media yang dimiliki.

Perwakilan Tim BASAibu Wiki NTB, Iqbal, menyampaikan bahwa pelibatan pemuda menjadi salah satu perhatian utama lembaganya, termasuk dalam penguatan literasi dan penggunaan bahasa daerah melalui media digital.

Menurutnya, BASAibu saat ini aktif melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah bersama pemuda dan komunitas mahasiswa. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong generasi muda menulis artikel menggunakan bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo yang kemudian dipublikasikan melalui laman BASAibu.

“Saat ini kami ingin meningkatkan minat pemuda dalam penggunaan bahasa daerah melalui media digital kami. Kami sedang gencar kunjungan ke berbagai sekolah bersama para pemuda, termasuk komunitas mahasiswa untuk melakukan penulisan artikel berbahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo yang diunggah di laman kami,” jelas Iqbal.

Selain publikasi digital, BASAibu Wiki NTB juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan dan pengayaan kamus. Salah satu kegiatan yang dinilai sejalan dengan program Balai Bahasa NTB adalah Kamus Masuk Sekolah.

Iqbal berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas pada pengembangan kamus maupun berbagai aktivitas kebahasaan lainnya.

“Harapan kami dapat bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi NTB berkaitan dengan pengembangan kamus dan aktivitas kebahasaan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Sama Balai Bahasa Provinsi NTB, Baiq Ayu Candra, menekankan pentingnya memastikan rencana kerja yang disusun dapat direalisasikan sesuai kondisi dan kemampuan dukungan di lapangan.

Menurutnya, tindak lanjut kerja sama tidak cukup berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program yang dapat dilaksanakan bersama oleh kedua lembaga.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Kamus Masuk Sekolah serta diseminasi informasi mengenai kamus yang dapat diselaraskan dan dilaksanakan bersama pada 2026.

Dalam pengembangan kamus dan pengelolaan informasi kebahasaan, Baiq Ayu juga mengingatkan pentingnya memperhatikan ketentuan keterbukaan informasi publik, terutama terkait validitas sumber serta hak cipta informasi dan dokumentasi.

Hal tersebut diperlukan agar kolaborasi dalam pengelolaan data dan informasi kebahasaan tetap berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Hasil audiensi selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Rencana Kerja dan implementasi sejumlah kegiatan bersama sepanjang 2026.

Kolaborasi Balai Bahasa Provinsi NTB dan BASAibu Wiki NTB diharapkan dapat memperluas ruang penggunaan bahasa daerah, terutama di kalangan generasi muda. Pemanfaatan media digital, pengembangan kamus, hingga kegiatan kebahasaan di sekolah menjadi bagian dari upaya menjaga bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....