Jaga Kualitas Pendidikan, SMAN 2 Mataram Siapakan14 Rombel pada SPMB 2026

  • 22 Apr 2026 09:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Jelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026, SMAN 2 Mataram (SMANDA) mulai lakukan persiapan secara bertahap untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Sejumlah langkah awal telah dilakukan meski petunjuk teknis resmi masih belum diterbitkan. Sekolah tetap mengantisipasi berbagai skenario agar pelaksanaan SPMB tidak mengalami kendala.

Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan kuota rombongan belajar (rombel). Ia menyebut jumlah rombel yang disiapkan sebanyak 14 kelas dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas.

“Kami masih menunggu juknis secara resmi, tetapi untuk kuota sudah kami tetapkan sebanyak 14 rombel dengan kapasitas 36 siswa per kelas,” ungkapnya, Rabu 22 April 2026.

Penetapan jumlah rombel tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan matang. Sekolah mempertimbangkan daya tampung ruang kelas serta efektivitas proses kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, jumlah rombel juga disesuaikan dengan jumlah siswa yang akan lulus. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan yang dapat mengganggu kenyamanan belajar.

“Kami menyesuaikan dengan jumlah kelas yang keluar, karena kelas 12 yang lulus juga sebanyak 14 rombel,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak sekolah sempat mengajukan jumlah rombel sebanyak 12 kelas. Namun, seiring tingginya minat masyarakat dan kebutuhan khusus, jumlah tersebut disesuaikan menjadi 14 rombel.

Penyesuaian ini juga mempertimbangkan keberadaan kelas khusus olahraga. Program tersebut diperuntukkan bagi siswa binaan yang dipersiapkan dalam ajang kompetisi, termasuk tingkat nasional.

“Penambahan dari 12 menjadi 14 rombel juga untuk mengakomodasi kelas olahraga atau PPLP,” katanya.

Selain jalur umum, penerimaan siswa juga akan tetap mengacu pada beberapa jalur seleksi. Di antaranya jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua.

Meski juknis resmi belum keluar, sekolah memperkirakan skema jalur masih mengacu pada tahun sebelumnya. Jalur domisili diperkirakan tetap menjadi yang paling besar kuotanya.

“Kemungkinan jalurnya masih sama seperti tahun lalu, ada domisili, prestasi, afirmasi, dan perpindahan,” tuturnya.

Abdul Kadir Alaydrus juga menegaskan tidak akan menerima siswa melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen menjaga kualitas pendidikan.

Pembatasan jumlah siswa per kelas dinilai penting agar interaksi pembelajaran tetap optimal. Guru juga dapat lebih maksimal dalam mendampingi siswa.

“Kami tetap berpatokan pada kapasitas maksimal 36 siswa per kelas agar kualitas pembelajaran tetap terjaga,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....