Pelaksanaan UKK SMKN 5 Mataram Berjalan Lancar, Integrasikan Skema Mandiri dan LSP
- 21 Apr 2026 20:42 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMKN 5 Mataram tahun 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 April. Kegiatan ini menjadi tahap akhir pengukuran kompetensi siswa kelas akhir sebelum terjun ke dunia kerja.
UKK di sekolah tersebut dilaksanakan dalam dua skema, yakni UKK Mandiri dan UKK berbasis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kedua skema ini dirancang untuk memastikan siswa memiliki standar kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Waka Humas SMKN 5 Mataram sekaligus Ketua Panitia UKK 2026, Munawir Rosidi mengatakan bahwa pelaksanaan UKK Mandiri dilakukan secara penuh oleh pihak sekolah selama empat hari.
“UKK Mandiri ini 4 hari full yang kegiatannya diisi oleh kepanitian lokal dengan penguji internal dan eksternal dari dunia industri,” jelasnya, Selasa 21 April 2026.
Selain itu, UKK juga dilaksanakan melalui skema LSP P1 yang memiliki standar nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Skema ini memberikan sertifikat kompetensi yang berlaku secara nasional.
Munawir menjelaskan bahwa sertifikat dari LSP memiliki nilai lebih karena langsung diakui oleh industri. Hal ini menjadi salah satu strategi meningkatkan daya saing lulusan.
“UKK LSP ini berstandar nasional dan sertifikatnya berlaku tiga tahun serta bisa langsung digunakan di dunia kerja,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, SMKN 5 Mataram bekerja sama dengan beberapa lembaga LSP dari sekolah lain. Untuk jurusan otomotif bekerja sama dengan SMKN 1 Lingsar, sementara grafika dan DKV dengan SMKN 1 Masbagik.
Jumlah peserta UKK Mandiri mencapai 213 siswa dari 13 jurusan. Sementara untuk UKK LSP diikuti oleh 65 siswa yang telah melalui proses seleksi.
Munawir menegaskan bahwa seluruh siswa wajib mengikuti UKK Mandiri sebagai bagian dari standar pendidikan nasional. Sedangkan untuk LSP, hanya siswa dengan kompetensi tertentu yang dipilih.
“Kalau Mandiri semua wajib ikut, tapi untuk LSP memang diseleksi berdasarkan kesiapan dan kompetensi siswa,” ungkapnya.
Pelaksanaan UKK tahun ini dinilai berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hasil produk siswa juga dinilai memuaskan oleh tim penguji.
“Alhamdulillah semua selesai dengan aman dan lancar, serta hasil produknya sangat memuaskan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, menilai pelaksanaan UKK menjadi indikator penting kesiapan lulusan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelaksanaan ke depan.
“Kita ingin ke depan semua paket soal bisa diuji, sehingga kompetensi siswa benar-benar terukur secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan fasilitas dan pembentukan LSP internal menjadi prioritas sekolah. Hal ini bertujuan agar standar kompetensi siswa semakin meningkat.
“Target kami ke depan memiliki LSP sendiri dan melengkapi sarana agar semua paket ujian bisa dilaksanakan,” kata H. Istiqlal.
Dengan pelaksanaan UKK yang optimal, sekolah berharap lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki sertifikasi yang diakui secara luas di dunia industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....