Pemanfaatan Papan Interaktif Digital Dinilai Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
- 15 Apr 2026 08:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Pati – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong transformasi digital di sektor pendidikan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran di satuan pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital yang dinilai memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar.
Berbagai pengalaman positif disampaikan warga sekolah terkait penggunaan perangkat tersebut, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan berpusat pada siswa.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 8 Pati, Rusmi, mengungkapkan bahwa kehadiran IFP turut mendorong kolaborasi antarguru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
“Guru-guru didorong untuk belajar bersama dalam pemanfaatan IFP dan menggunakannya secara bergantian dalam pembelajaran. Meskipun masih terbatas, perangkat ini telah memberikan dampak signifikan terhadap keaktifan dan pemahaman siswa,” jelasnya dalam keterangan pers, Minggu 12 April 2026.
Hal senada disampaikan Guru TIK SMP Negeri 8 Pati, Mukhibatul Baroroh, yang menilai IFP mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih partisipatif melalui berbagai fitur pendukung.
“Melalui fitur seperti multi-touch, touch screen, mirroring, hingga akses internet dan multimedia, pembelajaran dapat dikemas lebih interaktif. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan lebih mudah memahami materi,” terangnya.
Baroroh menambahkan, pemanfaatan IFP juga berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi di ruang kelas. Ia menyebut sekolah telah menyelenggarakan lokakarya terkait kecerdasan artifisial serta penggunaan IFP, yang didukung dengan komunitas belajar antar guru.
“Sekolah telah menyelenggarakan lokakarya terkait kecerdasan artifisial dan penggunaan IFP. Selain itu, melalui komunitas belajar, kami saling bertukar pengalaman sehingga ide pembelajaran menjadi lebih variatif,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasi teknologi tersebut, terutama terkait konektivitas jaringan dan keterbatasan perangkat.
“Tantangan yang sering dihadapi adalah konektivitas jaringan yang belum stabil serta keterbatasan perangkat. Selain itu, perawatan IFP juga perlu dilakukan secara rutin,” ungkapnya.
Ke depan, Baroroh berharap dukungan terhadap program digitalisasi pendidikan terus diperkuat, baik dari sisi pelatihan, penyediaan konten, maupun infrastruktur pendukung.
“Kami berharap adanya penguatan pelatihan digital, penyediaan konten pembelajaran, dukungan jaringan, serta penambahan unit IFP agar pemanfaatannya dapat lebih optimal,” tambahnya.
Dari sisi siswa, penggunaan IFP juga dinilai memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami. Siswa kelas IX, Amira Oktaviana, mengaku terbantu dengan kehadiran teknologi tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
“Menurut saya, menggunakan IFP lebih memudahkan dalam pembelajaran dibandingkan papan tulis biasa. Materi jadi lebih mudah dipahami dan lebih menarik untuk diikuti,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa IFP sangat membantu saat melakukan presentasi karena mampu menampilkan materi secara visual dengan lebih jelas.
“Saat presentasi, IFP sangat membantu karena bisa menampilkan gambar dengan jelas sehingga memudahkan saya menjelaskan materi,” tambahnya.
Pengalaman serupa disampaikan siswa lainnya, Keyla Patricia Agatha, yang merasakan pembelajaran menjadi lebih interaktif melalui penggunaan media digital.
“Belajar menggunakan IFP lebih menarik dan interaktif karena bisa menampilkan gambar, video, dan animasi. Materi jadi lebih mudah dipahami dibandingkan papan tulis biasa,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan teknologi turut meningkatkan minat belajar siswa karena materi disampaikan secara lebih variatif.
“Saya jadi lebih paham dan tertarik mengikuti pelajaran karena penyampaian materi lebih jelas dan tidak membosankan. Saat guru menampilkan video pembelajaran, suasana kelas jadi lebih seru dan saya lebih cepat memahami materi karena bisa melihat langsung contoh nyata,” ucapnya.
Di Kabupaten Pati, program digitalisasi pendidikan telah menjangkau 1.108 satuan pendidikan melalui bantuan IFP beserta perangkat pendukungnya. Program ini diharapkan mampu mendorong pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menilai program tersebut memberikan dampak positif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif.
“Program digitalisasi ini sangat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif serta meningkatkan kenyamanan bagi guru dan siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas implementasi teknologi pembelajaran di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
“Setiap sekolah kami targetkan mendapatkan dua sampai tiga perangkat digital setiap tahun. Dalam lima tahun, seluruh ruang kelas diharapkan telah terfasilitasi teknologi pembelajaran,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....