UBG Batasi Kuota Mahasiswa Baru demi Jaga Kualitas Pembelajaran
- 06 Apr 2026 11:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Bumigora (UBG) Mataram mulai menerapkan pembatasan kuota mahasiswa baru pada tahun akademik ini. Kebijakan tersebut, menurut pihak kampus, bertujuan menjaga kualitas pembelajaran di tengah meningkatnya jumlah pendaftar.
Pihak kampus menilai kapasitas fasilitas menjadi faktor utama dalam menentukan jumlah mahasiswa. Ruang kelas dan area parkir disebut menjadi pertimbangan penting agar aktivitas akademik tetap berjalan optimal.
Rektor Universitas Bumigora (UBG) Mataram, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., menyatakan bahwa pembatasan kuota merupakan langkah realistis yang harus diambil kampus. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada kondisi riil di lapangan.
“Kami punya keterbatasan dalam kuota karena masalah parkir dan ruang kelas,” ujar, Senin 6 April 2026.
Menurut Prof. Anthony, jumlah mahasiswa baru diperkirakan sekitar 1.000 orang dengan sistem distribusi yang disesuaikan di setiap program studi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan mahasiswa pada jurusan tertentu.
Ia menjelaskan bahwa setiap program studi memiliki batas maksimal penerimaan. Jika kuota telah terpenuhi, maka proses pendaftaran akan dihentikan.
“Kalau sudah penuh, maka akan di-stop dari semua program studi,” katanya.
Prof. Anthony juga mengungkapkan bahwa beberapa program studi mengalami lonjakan peminat setiap tahun. Program seperti ilmu komputer menjadi salah satu yang paling cepat memenuhi kuota.
Ia menilai kondisi tersebut sebagai tren yang harus diantisipasi dengan pengelolaan yang baik. Kampus berupaya menjaga keseimbangan distribusi mahasiswa di semua program studi.
“Program studi seperti ilmu komputer biasanya membludak, sehingga kami tutup lebih awal,” ungkapnya.
Menurutnya, pembatasan ini justru akan berdampak positif terhadap proses pembelajaran. Dosen dapat lebih fokus dalam membimbing mahasiswa di setiap kelas.
Ia menegaskan bahwa kualitas lulusan menjadi prioritas utama kampus. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga standar pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....