Menembus Jarak dan Wilayah, Universitas Terbuka Buka Jalan Kuliah Wilayah Pelosok

  • 29 Agt 2026 16:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Akses pendidikan tinggi tidak selalu mudah bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota. Kondisi geografis dan keterbatasan perguruan tinggi di sejumlah daerah menjadi tantangan tersendiri bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan.

Universitas Terbuka (UT) Mataram berupaya menjawab persoalan tersebut melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang didukung teknologi digital. Model ini memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan tanpa harus berada di lokasi kampus setiap hari.

Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian UT Mataram, Muhammad Irwan Ardiansyah, M.Kom., mengatakan keberadaan UT memungkinkan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau perguruan tinggi konvensional tetap memperoleh kesempatan untuk berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri.

Ia mencontohkan mahasiswa yang berasal dari Tambora, Bima.Meski berada cukup jauh dari pusat layanan pendidikan tinggi, mahasiswa tersebut tetap dapat mengikuti perkuliahan melalui sistem yang diterapkan UT.

“Di ujung Bima, misalnya, ada mahasiswa dari Tambora yang sudah bisa kuliah di UT. Artinya, di Tambora saja sudah bisa kuliah dengan kemudahan penggunaan digital,” ungkapnya, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Irwan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi kini tidak selalu harus ditempuh dengan cara konvensional. Teknologi memberikan ruang bagi masyarakat di daerah untuk mendapatkan akses pendidikan tanpa harus meninggalkan wilayah tempat tinggalnya.

Perkembangan minat terhadap UT juga terlihat dari jumlah mahasiswa baru. Irwan menyebut UT Mataram menerima sekitar 1.200 mahasiswa baru dalam satu semester. Dari jumlah tersebut, lebih dari 400 mahasiswa merupakan lulusan SMA/SMK.

Jika tren penerimaan tersebut berlangsung dalam dua semester, jumlah mahasiswa baru dalam satu tahun dapat mencapai sekitar 2.500 orang. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa UT mulai semakin dikenal, termasuk di kalangan generasi muda.

“Dari 1.200 lebih mahasiswa baru di Mataram dalam satu semester, sekitar 400 sekian berasal dari SMA,” katanya.

Irwan menilai generasi muda saat ini mulai terbiasa dengan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Meski demikian, menurut dia, pengenalan terhadap sistem pembelajaran jarak jauh tetap perlu diperkuat agar calon mahasiswa semakin yakin memilih UT sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Selain membuka akses bagi masyarakat di daerah, sistem pembelajaran jarak jauh juga memberi keleluasaan bagi mahasiswa yang memiliki aktivitas lain, termasuk mereka yang sudah bekerja.

Bagi UT Mataram, perluasan akses tersebut tidak sekadar menambah jumlah mahasiswa, tetapi juga memastikan pendidikan tinggi dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....