Etno-Parenting Jadi Strategi SMPN 4 Mataram Bangun Karakter Siswa
- 31 Mar 2026 16:28 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - SMPN 4 Mataram mengembangkan pendekatan etno-parenting sebagai strategi pendidikan karakter. Program ini mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah membentuk perilaku siswa yang beretika dan berkarakter.
Pendekatan ini diwujudkan melalui pembiasaan penggunaan bahasa Sasak halus. Selain itu, siswa juga dilatih menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari. Program ini dimulai dari guru sebagai teladan utama.
Kepala SMPN 4 Mataram, Lalu Jinade menilai bahwa komunikasi yang baik akan berdampak pada perilaku siswa. Oleh karena itu, bahasa menjadi instrumen utama dalam pembentukan karakter. Pembiasaan ini dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Kalau komunikasinya baik, perilaku anak juga akan ikut baik,” ujarnya.
Program ini juga dilatarbelakangi oleh dinamika sosial yang pernah terjadi di lingkungan sekitar. Sekolah berupaya mencegah konflik melalui pendekatan budaya. Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh dalam lingkungan yang harmonis.
Selain karakter, sekolah juga fokus pada pengembangan prestasi. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler disediakan untuk menyalurkan minat dan bakat siswa. Hal ini bertujuan agar siswa tidak terpengaruh oleh hal negatif.
Berbagai prestasi telah diraih oleh siswa, terutama di bidang non-akademik. Di antaranya adalah lomba baris-berbaris, seni, dan olahraga bela diri. Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan sekolah.
“Anak-anak kami banyak meraih juara di berbagai lomba,” ungkap Lalu Jinade.
Sekolah juga menerapkan sistem apresiasi setiap hari Senin. Prestasi siswa diumumkan di depan seluruh warga sekolah. Hal ini bertujuan memotivasi siswa lain untuk berprestasi.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun semangat kompetisi sehat. Siswa menjadi lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi. Lingkungan sekolah pun menjadi lebih kondusif.
Dengan kombinasi pendidikan karakter dan prestasi, SMPN 4 Mataram berupaya mencetak generasi unggul. Pendekatan berbasis budaya menjadi nilai tambah tersendiri. Sekolah optimistis dapat menciptakan lulusan yang berintegritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....