SPMB Terkendala Sistem, Panitia SMPN 15 Mataram Lembur hingga Malam
- 04 Jul 2026 15:15 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMPN 15 Mataram diwarnai kendala pada sistem pendaftaran daring yang menyebabkan proses input data berlangsung lebih lambat dari jadwal. Meski demikian, seluruh berkas pendaftar dipastikan berhasil diinput tanpa ada yang tertinggal.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 15 Mataram, Gusti Ayu Suartini Astuti, mengatakan hambatan utama selama pelaksanaan SPMB bukan berasal dari kesiapan sekolah maupun masyarakat, melainkan gangguan pada sistem yang baru stabil menjelang siang.
"Kalau sosialisasi ke masyarakat sebenarnya sudah kami lakukan melalui berbagai cara. Kami memasang banner, menyampaikan informasi kepada orang tua, menyediakan barcode untuk mengakses juknis, hingga membentuk panitia khusus. Jadi kendala kami bukan di masyarakat, tetapi di sistem," jelasnya, Sabtu 4 Juli 2026.
Menurutnya, sesuai petunjuk teknis, pelayanan dimulai pukul 08.00 WITA. Namun pada praktiknya sistem baru dapat berjalan normal sekitar pukul 11.00 WITA sehingga antrean masyarakat tidak dapat dihindari.
Ia mengungkapkan, selama beberapa hari pelaksanaan, para orang tua telah datang sejak pukul 07.30 WITA untuk menyerahkan berkas. Akibat sistem yang lambat, panitia bahkan harus bekerja melampaui jam operasional.
"Jam kerja sebenarnya sampai pukul 14.00. Tetapi karena sistem lambat dan masyarakat sangat antusias, kami bekerja sampai malam, bahkan pernah sampai pukul 22.00. Kami juga sempat meminta perpanjangan waktu karena masih ada belasan berkas yang belum bisa dimasukkan ke sistem," ungkapnya.
Meski demikian, pihak sekolah mengapresiasi sikap para orang tua yang tetap bersabar selama proses berlangsung.
"Mereka memahami bahwa ini bukan kesalahan orang tua maupun panitia sekolah. Kendalanya memang pada sistem," kata Ayu.
Untuk mengantisipasi kemungkinan data peserta hilang akibat gangguan sistem, SMPN 15 menerapkan pendataan berlapis mulai dari meja penerimaan berkas, proses verifikasi, operator, hingga pencatatan kembali di komputer.
Dengan sistem tersebut, seluruh jumlah pendaftar dapat dipastikan sesuai antara data manual dan data digital.
"Kami memastikan tidak ada satu pun berkas yang tidak masuk ke sistem karena semua kami cek berlapis," katanya, menegaskan.
Menurut Ayu, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara SPMB sehingga pelaksanaan tahun berikutnya dapat berlangsung lebih optimal tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....