Sinergi Unram-Polresta, Wujudkan Kampus Aman Inklusif Diskusi
- 29 Mar 2026 08:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pertemuan strategis antara Universitas Mataram (Unram) dan Polresta Mataram menjadi langkah penting dalam memperkuat peran kampus sebagai ruang akademik yang aman, inklusif, dan terbuka untuk diskusi. Pada Jumat, 27 Maret 2026, Rektor Unram, Sukardi, menerima kunjungan silaturahmi dari Kapolresta Mataram, Hendro Purwoko, di ruang meeting rektor.
Kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas lingkungan kampus. Dalam diskusi tersebut, Unram menegaskan komitmennya untuk menghadirkan suasana belajar yang ramah diskusi serta berbasis project outcome, terutama dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI) yang kian berkembang.
Rektor Unram menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan sekaligus melahirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi dengan aparat kepolisian guna mencegah masuknya paham ekstrem yang dapat mengganggu iklim akademik.
"Dinamika sosial dan politik yang berkembang di masyarakat berpotensi memengaruhi pola pikir generasi muda, sehingga perlu langkah preventif yang terarah," katanya.
Selain aspek ideologi, perhatian juga diarahkan pada faktor sosial-ekonomi yang kerap menjadi pemicu munculnya isu-isu sensitif. Lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, turut menjadi sorotan dalam upaya menciptakan sistem pendidikan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Sementara itu, Kapolresta Mataram menilai bahwa masyarakat saat ini masih rentan terprovokasi, yang berujung pada tindakan anarkis di beberapa wilayah. Ia menyampaikan bahwa pendekatan hukum telah dilakukan di sejumlah titik, seperti kawasan Monjok dan Taliwang, yang dinilai cukup efektif meski belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan di lingkungan pesantren, termasuk isu kekerasan seksual dan keterbatasan intervensi aparat akibat aturan internal. Menurutnya, diperlukan kebijakan yang lebih terstandarisasi dari pemerintah, mencakup aspek kapasitas hunian, kebersihan, hingga pola pengasuhan, demi menjamin keamanan peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, Unram berencana membentuk tim yang melibatkan ahli hukum dan sosial untuk merespons berbagai persoalan masyarakat, termasuk fenomena mudahnya masyarakat terprovokasi. Tim ini diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis riset serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Langkah ini menegaskan posisi Unram sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga berperan sebagai pusat solusi bagi persoalan sosial. Melalui sinergi dengan kepolisian dan pemerintah daerah, Unram optimistis dapat menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat citra kampus sebagai ruang akademik yang aman, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....