Unram Jadi Rujukan Pengembangan Kelas Internasional Unbim MFH
- 27 Jul 2026 07:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Mataram (Unram) menjadi rujukan Universitas Bima (Unbim) Internasional MFH dalam penguatan program internasionalisasi pendidikan tinggi. Hal itu ditandai dengan kunjungan studi banding yang dilakukan Unbim Internasional MFH ke Unram pada Rabu 22 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor Unram itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram, Dr. Sitti Latifah, Rektor Unbim Internasional MFH, jajaran pimpinan, serta Kepala Pusat LPMPP Unram.
Dalam kesempatan tersebut, Unram memaparkan berbagai strategi internasionalisasi yang telah diterapkan, mulai dari penyediaan beasiswa internasional, dukungan biaya bagi peserta short course, hingga pendanaan khusus untuk mobilitas mahasiswa dan dosen ke luar negeri.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram, Dr. Sitti Latifah, mengatakan internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa asing yang belajar di kampus.
"Untuk akreditasi internasional, indikator kunci yang dicari bukan hanya mahasiswa asing yang masuk, melainkan berapa banyak mahasiswa dan dosen kita yang pergi ke luar negeri. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa proses internasionalisasi benar-benar berjalan," terangnya.
Menurutnya, Unram secara konsisten mengalokasikan anggaran guna mendukung mobilitas mahasiswa maupun dosen sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.
Selain membahas internasionalisasi, Unram juga memperkenalkan pengelolaan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang kini menerapkan pembelajaran berbasis proyek sehingga mendorong kolaborasi mahasiswa lintas disiplin sejak semester awal.
Sementara itu, Rektor Unbim Internasional MFH, Dr. apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm., mengapresiasi keterbukaan Unram dalam membagikan praktik terbaik pengelolaan perguruan tinggi.
"Pengalaman Unram dalam membangun skema mobilitas internasional, menyiapkan akreditasi ASIIN dan AQAS, serta mengelola kurikulum berbasis proyek menjadi acuan yang sangat berharga bagi kami," ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat diadaptasi untuk memperkuat fondasi pengembangan kelas internasional di Universitas Bima Internasional MFH.
Kegiatan ditutup dengan diskusi, penyerahan cinderamata, dan komitmen kedua perguruan tinggi untuk membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....