Farmasi Unram Siapkan Lulusan Berdaya Saing Melalui Riset & Kerjasama Industri

  • 28 Mar 2026 17:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Program Studi Farmasi Universitas Mataram (Farmasi Unram) melakukan kunjungan ke Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., di Ruang Rektor. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas penguatan infrastruktur pendidikan, kesiapan pelaksanaan ujian nasional profesi apoteker, serta peluang kerja sama dengan mitra industri. Hadir Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Dr. apt. Siti RahmatulAini, S.F., M.Sc., bersama tenaga kependidikan.

Koordinator Prodi Pendidikan Profesi Apoteker Farmasi Unram menyampaikan sejumlah kebutuhan penting, mulai dari dukungan komputer untuk ujian nasional profesi apoteker, kebutuhan tiga admin lokal untuk pengoperasian ruang ujian, hingga rencana pembangunan gedung animal handling. Lebih lanjut Dr. Aini mengusulkan pengadaan alat simulasi anatomi manusia yang saat ini hanya dimiliki oleh dua universitas di Indonesia, dengan potensi untuk dikomersialkan sebagai sarana pembelajaran unggulan.

Lebih lanjut dibahas pentingnya kesempatan magang di sektor industri bagi lulusan apoteker, sebagaimana praktik di universitas luar negeri. Saat ini, Unram telah memiliki MOA dengan PT Sidomuncul, PT Meiji, dan Kimia Farma yang dapat menerima 4–5 mahasiswa apoteker. Lombok Inti Karya Anugerah dan PT Nodim turut dibahas sebagai mitra potensial untuk memperluas kerja sama.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., memberikan arahan strategis dan menekankan pentingnya pemanfaatan sumberdaya yang ada, termasuk 40 unit komputer di laboratorium perikanan serta perangkat di Pustik dan laboratorium lain yang dapat disesuaikan dengan spesifikasi ujian.

Lebih lanjut, Prof. Sukardi menjelaskan bahwa Unram tengah menyiapkan skema Industrial Project Based Education (IPBE) sebagai model pendidikan berbasis proyek industri. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan dengan memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Prof. Sukardi mendorong Program Studi Farmasi untuk aktif membangun komunikasi denganmitra industri, memperluas jejaring kerja sama, dan membentuk MOU yang memungkinkan mahasiswa mengikuti program magang dengan konversi SKS.

Prof. Sukardi menegaskan komitmen Unram dalam memperkuat fasilitas penunjang akademik. Rencana pemugaran perpustakaan akan diarahkan untuk menciptakan ruang belajar yang modern dan inklusif, dilengkapi dengan coffee shop, mart, ruang diskusi, serta bookstore online dengan harga ramah mahasiswa.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Unram untuk memperkuat ekosistem akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan dunia industri. Diskusi yang berlangsung menunjukkan arah baru pengembangan fasilitas, peluang magang, dan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan langkah-langkah konkret yang telah direncanakan, Unram menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, visioner, dan siap melahirkan apoteker profesional yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....