Aturan Medsos Baru: Anak Protes, Orang Tua Lega
- 26 Mar 2026 19:40 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Menelusuri pro-kontra aturan pembatasan usia media sosial 2026. Simak curhatan remaja yang merasa dibatasi dan kelegaan orang tua akan keamanan digital anak
RRI.CO.ID, Mataram - Kebijakan pembatasan usia media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang berlaku mulai akhir Maret 2026 ini bukan sekadar deretan pasal hukum. Di balik layar gawai, ada keresahan orang tua dan protes halus dari para remaja yang terdampak langsung.
Suara Orang Tua: "Napas Lega yang Terukur"
Bagi Maya (42), seorang ibu dua anak di Mataram, aturan ini adalah bantuan yang dinanti.
"Jujur, memantau apa yang ditonton anak 24 jam itu mustahil. Dengan adanya sistem verifikasi ketat dan fitur kontrol orang tua yang otomatis, saya merasa punya 'asisten' untuk menjaga gerbang digital rumah kami," ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui tantangan terbesarnya bukan pada aplikasi, melainkan pada penjelasan ke anak.
"Jangan sampai mereka merasa dimata-matai, tapi harus paham bahwa ini soal keselamatan," tambahnya.
Suara Remaja: "Kehilangan Ruang Eksperimen?"
Di sisi lain, perspektif berbeda muncul dari kategori remaja. Farel (15), seorang pelajar yang aktif membuat konten video pendek, merasa aturan ini sedikit membatasi kreativitasnya.
"Media sosial itu tempat kami belajar editing dan cari referensi tugas sekolah. Kalau aksesnya dibatasi terlalu ketat, rasanya seperti kehilangan ruang untuk bermain dan bereksperimen," keluhnya.
Farel berharap platform tidak hanya membatasi akses, tapi juga menyediakan kanal khusus yang lebih ramah remaja tanpa harus menghilangkan fitur-fitur kreatifnya.
Tantangan Literasi dan Dialog
Penerapan aturan ini membawa tiga poin perubahan besar pada interaksi digital keluarga:
Verifikasi Berlapis: Proses masuk akun kini mewajibkan validasi yang lebih akurat untuk memastikan usia pengguna.
Jam Malam Digital: Notifikasi yang berhenti otomatis pada jam tertentu untuk mendukung waktu istirahat remaja.
Kurasi Algoritma: Sistem dipaksa lebih cerdas menyaring tayangan yang muncul di beranda akun di bawah 16 tahun.
Membangun Navigasi, Bukan Sekadar Memasang Pagar
Pada akhirnya, ruang digital yang aman bukan hanya soal menutup pintu, melainkan memastikan bahwa saat pintu itu terbuka, anak-anak sudah memiliki navigasi yang tepat. Dialog antara orang tua yang protektif dan remaja yang ekspresif menjadi kunci agar teknologi tetap menjadi alat pemberdaya, bukan sumber konflik baru di rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....