Rektor Unram Tinjau Mahasiswa Kurang Mampu Berprestasi Langsung

  • 20 Mar 2026 05:58 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Rektor Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. cek langsung program bantuan mahasiswa. Program gagasan Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. beri kuliah gratis dan bantu mahasiswa kurang mampu.

RRI.CO.ID, Mataram - Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., melakukan kunjungan langsung ke rumah mahasiswa penerima Program Jalur Miskin Berprestasi sebagai bentuk evaluasi nyata terhadap keberlangsungan program tersebut. Kegiatan yang berlangsung pada 15 Maret 2026 ini bertujuan memastikan bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang membutuhkan.

Kunjungan pertama dilakukan di wilayah Gunungsari kepada Najjah Andini, mahasiswa semester empat Program Studi Kedokteran. Dalam dialog yang berlangsung hangat, rektor menanyakan secara langsung kondisi perkuliahan serta kendala yang dihadapi mahasiswa selama menjalani pendidikan. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan mahasiswa dalam menyampaikan persoalan, termasuk melalui layanan pengaduan kampus.

Najjah Andini mengungkapkan bahwa program tersebut sangat membantu dalam meringankan beban biaya pendidikan yang cukup besar, khususnya di bidang kedokteran. Dengan adanya dukungan tersebut, ia dapat lebih fokus menjalani studi tanpa terbebani masalah finansial yang kerap menjadi hambatan utama.

Program Jalur Miskin Berprestasi merupakan inisiatif strategis yang digagas oleh Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berpotensi dari keluarga kurang mampu. Melalui skema kuliah tanpa biaya, program ini menjadi terobosan penting yang tidak hanya berlaku pada Program Studi Kedokteran, tetapi juga berbagai program studi lainnya di lingkungan kampus.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Lendang Nangka, Lombok Timur, menemui Herianto, mahasiswa semester dua kedokteran. Ia menyampaikan bahwa program tersebut menjadi titik balik bagi dirinya dan keluarga dalam mewujudkan cita-cita menjadi dokter. Kekhawatiran terhadap biaya pendidikan kini dapat teratasi, sehingga ia bisa menjalani kuliah dengan lebih tenang.

Harapan besar juga datang dari keluarga Herianto, yang menginginkan agar pendidikan yang ditempuh dapat membawa manfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga masyarakat di kampung halaman. Dukungan keluarga menjadi motivasi kuat bagi mahasiswa untuk terus berprestasi.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke Lenek Lauq, Lombok Timur, kepada Nurlaeli Andriani. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Selain itu, ia mendorong calon mahasiswa agar berani mencoba berbagai peluang pendidikan yang tersedia.

Melalui kunjungan langsung ini, pihak kampus menunjukkan komitmen dalam memastikan program bantuan pendidikan berjalan tepat sasaran. Langkah ini juga menjadi upaya nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya di Nusa Tenggara Barat, agar dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....