Ramadan di SMPN 6 Mataram Diisi Kegiatan Religi dan Pembelajaran Terarah
- 15 Mar 2026 02:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Suasana Ramadan di SMPN 6 Mataram tidak hanya diisi dengan aktivitas pembelajaran biasa, tetapi juga berbagai kegiatan yang memperkuat nilai keagamaan siswa. Sekolah berupaya menjadikan momentum bulan suci sebagai ruang pembentukan karakter religius dan sosial peserta didik.
Kegiatan tersebut dirancang terstruktur mengikuti arahan Dinas Pendidikan Kota Mataram. Setiap pagi, kegiatan siswa diawali dengan mengaji bersama sebelum memulai proses belajar. Aktivitas tersebut menjadi rutinitas harian selama bulan Ramadan untuk memperkuat nilai spiritual siswa.
Selain kegiatan religius, sekolah juga tetap menjalankan agenda akademik sesuai kalender pendidikan. Beberapa program pembelajaran disesuaikan agar tetap berjalan efektif meskipun dalam suasana puasa.
Kepala SMPN 6 Mataram, Cahyo Wirawan, mengatakan bahwa seluruh kegiatan Ramadan di sekolahnya dirancang untuk meningkatkan kapasitas iman dan takwa siswa. Program yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter.
“Selama bulan Ramadan kami merujuk pada edaran Dinas Pendidikan Kota Mataram. Program-program yang dilakukan fokus pada peningkatan kapasitas iman dan takwa siswa,” jelasnya, Minggu 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan mengaji bersama menjadi pembuka aktivitas siswa di pagi hari. Sementara pada siang hari, kegiatan sekolah ditutup dengan pelaksanaan salat zuhur berjamaah.
“Di pagi hari anak-anak memulai dengan mengaji bersama, kemudian siangnya kita tutup dengan salat zuhur. Kegiatan ini dilakukan secara rutin selama Ramadan,” katanya.
Selain itu, siswa kelas VII dan VIII juga telah melaksanakan Sumatif Tengah Semester selama bulan Ramadan. Hal tersebut dilakukan agar proses evaluasi pembelajaran tetap berjalan sesuai jadwal.
Untuk siswa kelas IX, sekolah memberikan program khusus berupa pengayaan materi. Program tersebut sekaligus menjadi persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurut Cahyo, sekolah juga melaksanakan kegiatan geladi atau simulasi TKA bagi siswa kelas IX. Simulasi tersebut dilakukan dalam beberapa gelombang karena jumlah peserta cukup banyak.
“Jumlah siswa kelas IX mencapai 457 orang sehingga pelaksanaan geladi dilakukan dalam tiga gelombang,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada akademik dan ibadah, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan sosial selama Ramadan. Salah satunya melalui program berbagi takjil kepada masyarakat.
Kegiatan berbagi takjil melibatkan siswa dan organisasi sekolah. Program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial pada peserta didik.
Cahyo menilai kegiatan Ramadan di sekolah memiliki nilai pendidikan yang penting bagi siswa. Selain memperkuat iman, kegiatan tersebut juga melatih kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....