137 Guru SMKN 3 Mataram Ikuti IHT Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan AI
- 07 Sep 2026 11:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Sebanyak 137 guru SMK Negeri 3 Mataram mengikuti In House Training (IHT) Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) selama dua hari, 4–5 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 3 Mataram tersebut diikuti guru dari seluruh mata pelajaran, baik umum maupun kejuruan.
Mengusung tema “Bertumbuh melalui Pembelajaran Mendalam, Berinovasi melalui Koding dan Kecerdasan Artifisial”, IHT bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia pendidikan dan dunia kerja.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari BGTK NTB, yakni Ibnu Wahyu Riyadi dan Lalu Muhammad Fahrurrozi. Ibnu menyampaikan materi Menyusun dan Melaksanakan Strategi Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA di SMK, sedangkan Fahrurrozi membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam penyusunan modul pembelajaran atau RPP.
Dalam pembukaan kegiatan, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, mengatakan IHT menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sekolah, terutama melalui peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran.
Ia menyebut SMKN 3 Mataram menjadi satu-satunya SMK di Lombok yang mendapatkan prediksi sebagai Sekolah Model. Menurutnya, predikat tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
“Predikat tersebut harus didukung dengan peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran. Karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu langkah implementasinya,” ujar Sulman.
Selain peningkatan kompetensi, Sulman mengingatkan para guru untuk senantiasa disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik. Ia menekankan pentingnya penggunaan data dalam pelaksanaan tugas, terutama untuk mendukung proses penilaian kinerja guru.
Sementara itu, Pengawas Bina SMKN 3 Mataram, H. Ulil Azmi, menyampaikan dua pesan kepada seluruh peserta. Pertama, mengikuti kegiatan dengan niat ibadah. Kedua, menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan ikhlas dan menyenangkan.
Selama pelaksanaan IHT, peserta mengikuti kegiatan secara aktif melalui pemaparan materi, diskusi, demonstrasi, hingga kerja kelompok. Narasumber juga menyisipkan aktivitas interaktif untuk membangun suasana belajar yang lebih dinamis.
Salah satu kegiatan tersebut berupa ice breaking dengan tantangan menyusun menara menggunakan sticky note. Peserta dibagi dalam kelompok berdasarkan mata pelajaran untuk menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan pemaparan dan demonstrasi penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) oleh Lalu Muhammad Fahrurrozi. Para guru diperkenalkan pada sejumlah fitur PID, di antaranya papan tulis digital, split screen, serta koneksi nirkabel dengan laptop dan ponsel.
Pemanfaatan perangkat tersebut diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi di kelas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil kerja kelompok dari perwakilan masing-masing mata pelajaran. Presentasi tidak hanya berasal dari kelompok mata pelajaran kejuruan, tetapi juga mata pelajaran umum dan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Kelompok mata pelajaran Matematika, misalnya, mengintegrasikan materi pembelajaran dengan bidang Teknik Kendaraan Ringan. Sementara kelompok TESHA mengembangkan modul berbasis instalasi penerangan jalan umum tenaga surya.
Adapun kelompok Teknik Kimia Industri mengangkat pemanfaatan limbah kulit nanas melalui pendekatan STEM-Pembelajaran Mendalam dengan menerapkan asesmen Taksonomi SOLO.
Kegiatan ditutup Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, melalui evaluasi dan penguatan mengenai pentingnya inovasi dalam pembelajaran mendalam. Ia juga menekankan pemanfaatan Taksonomi SOLO sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung asesmen yang lebih objektif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan IHT dari pagi hingga sore. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap hasil pelatihan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan pengembangan kompetensi guru.
IHT diharapkan menjadi langkah nyata SMKN 3 Mataram dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik, pendidikan, dan dunia kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....