Lalu Hadrian Irfani: Pernikahan Dini Jadi Salah Satu Faktor Anak NTB Putus Sekolah

  • 11 Mar 2026 00:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Fenomena pernikahan usia dini masih menjadi salah satu tantangan serius dalam dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Praktik tersebut kerap berdampak pada meningkatnya angka anak putus sekolah.

Budaya lokal seperti merariq kodek atau pernikahan di usia muda masih ditemukan di sejumlah daerah. Kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan pendidikan generasi muda.

Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bidang pendidikan. Pernikahan dini juga memiliki konsekuensi terhadap kesehatan dan perkembangan psikologis anak.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, persoalan ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Pernikahan usia dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan psikologis anak,” ujarnya, Rabu 11 Maret 2026.

Ia menilai bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan tersebut. Orang tua perlu memahami dampak jangka panjang dari pernikahan di usia muda.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk memperkuat sosialisasi terkait aturan pernikahan. Hal ini penting agar masyarakat memahami batas usia minimal yang telah diatur dalam undang-undang.

Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa regulasi mengenai batas usia pernikahan sudah sangat jelas.

“Pemerintah daerah harus aktif melakukan sosialisasi terkait aturan ini agar masyarakat memahami dampaknya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan. Peran tokoh agama dan tokoh adat dinilai sangat strategis dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Pendekatan budaya dinilai menjadi salah satu strategi efektif dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Dengan cara ini, masyarakat dapat lebih mudah menerima perubahan.

“Semua pihak harus sadar dan ikut terlibat dalam upaya preventif mencegah pernikahan dini anak usia sekolah,” tuturnya.

Selain itu, pendidikan keluarga juga perlu diperkuat. Orang tua diharapkan lebih mendorong anak untuk menyelesaikan pendidikan sebelum memutuskan menikah.

Melalui kerja sama berbagai pihak, ia berharap fenomena pernikahan dini diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....