Lombok Islamic School Tawarkan Kurikulum Terintegrasi Agama dan Sains

  • 06 Mar 2026 14:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kebutuhan akan pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman semakin meningkat di tengah masyarakat. Fenomena ini mendorong hadirnya lembaga pendidikan yang menawarkan pendekatan pembelajaran terpadu. Salah satunya dikembangkan oleh Lombok Islamic School (LIS) di Lingsar, Lombok Barat.

Sekolah tersebut hadir dengan konsep pendidikan Islam modern yang memadukan kurikulum nasional dengan penguatan karakter religius. Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.

Dalam proses pembelajaran, sekolah menerapkan sistem pendidikan yang mendorong siswa aktif, kreatif, serta memiliki pemahaman agama yang mendalam. Pengembangan karakter menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas pendidikan.

Ketua Yayasan Lombok Islamic School, Muhammad Asrorudin, menjelaskan bahwa konsep pendidikan yang dibangun berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap sekolah yang mampu menyeimbangkan dua aspek penting tersebut.

“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya menekankan akademik. Anak-anak juga harus dibekali nilai-nilai keislaman agar memiliki karakter yang kuat,” terangnya, Jumat 6 Maret 2026.

Ia menilai integrasi antara pendidikan umum dan pendidikan agama dapat membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, pendekatan ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran orang tua terhadap degradasi moral generasi muda.

Sekolah tersebut mengembangkan berbagai program yang mendukung pembentukan karakter siswa. Kegiatan keagamaan rutin seperti tahfiz Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta pembiasaan ibadah menjadi bagian dari aktivitas harian.

Selain itu, penguatan kompetensi akademik tetap menjadi perhatian utama dalam proses pendidikan. Kurikulum dirancang agar siswa mampu bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Muhammad Asrorudin menekankan bahwa kualitas lulusan menjadi fokus utama pengembangan lembaga pendidikan tersebut.

“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta mendukung perkembangan intelektual dan spiritual siswa.

Pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan agama dan sains diyakini mampu menghasilkan generasi yang seimbang. Model pembelajaran ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan berbasis nilai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....