Revitalisasi Bahasa Ibu, Balai Bahasa NTB Dorong Sekolah Perkuat Muatan Lokal

  • 28 Feb 2026 18:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Revitalisasi bahasa daerah menjadi agenda prioritas dalam upaya menjaga keberlanjutan identitas budaya. Pergeseran penggunaan bahasa di kalangan generasi muda mulai menjadi perhatian serius.

Balai Bahasa Provinsi NTB menggulirkan berbagai program untuk memastikan bahasa ibu tetap digunakan di ruang pendidikan formal. Sekolah dinilai sebagai ruang strategis untuk membangkitkan kembali kebanggaan berbahasa daerah.

Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, menekankan pentingnya muatan lokal berbasis bahasa daerah. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi sangat bergantung pada komitmen institusi pendidikan.

“Yang perlu kita bangkitkan itu di sekolah-sekolah. Kalau anak-anak tidak dikenalkan sejak dini, lama-lama akan hilang,” ungkapnya, Sabtu 28 Februari 2026.

Ia mencontohkan kolaborasi dengan guru dan pengawas di Lombok Tengah. Mereka telah menyusun buku muatan lokal yang kemudian difinalisasi bersama Balai Bahasa.

“Kami bantu dari sisi kebahasaan dan kurikulumnya. Kontennya juga kami cek agar bisa diterima semua dialek,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan inklusivitas dialek dalam satu buku ajar. Dengan begitu, seluruh variasi bahasa tetap terwakili.

Balai Bahasa juga telah menyusun kamus bahasa daerah sebagai referensi resmi. Dokumen tersebut menjadi bukti akademik bahwa bahasa daerah masih memiliki basis ilmiah yang kuat.

Selain jalur kurikulum, pendekatan festival turut dilakukan. Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi medium apresiasi sekaligus edukasi bagi generasi muda.

“Revitalisasi Bahasa Daerah itu sudah kami lakukan secara resmi. Tapi implementasinya harus terus diperkuat,” katanya.

Zamzam menilai ancaman kepunahan memang belum pada tahap kritis. Namun, gejala pergeseran terutama di kawasan perkotaan mulai tampak signifikan.

Di sisi lain, desa-desa masih mempertahankan penggunaan bahasa daerah secara aktif. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang perlu dipertahankan.

Balai Bahasa mendorong sekolah negeri dan swasta nasional untuk tidak mengesampingkan bahasa ibu. Penguatan literasi daerah dinilai seimbang dengan kebutuhan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....