Poltekkes Mataram Siapkan Tenaga Kesehatan Berstandar Global
- 25 Feb 2026 20:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Internasionalisasi pendidikan kesehatan menjadi agenda strategis Poltekkes Mataram dalam merespons kebutuhan tenaga medis global. Mobilitas tenaga kesehatan lintas negara kini bukan lagi fenomena sporadis, melainkan bagian dari arus besar globalisasi profesi.
Permintaan caregiver dan perawat di Jepang menjadi pintu masuk bagi lulusan Poltekkes Mataram untuk menembus pasar internasional. Kerja sama ini telah berjalan konsisten dalam tiga tahun terakhir dengan pola seleksi dan pelatihan terintegrasi.
Direktur Poltekkes Mataram, Dr. dr. Yopi Harwinanda Ardesa, M.Kes., menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar penempatan kerja. Institusi menyiapkan mahasiswa sejak dini melalui pelatihan bahasa dan penguatan kompetensi klinis.
“Kami tidak hanya mengirim lulusan, tetapi memastikan mereka siap secara profesional dan kultural. Adaptasi bahasa dan etos kerja menjadi bagian penting dari persiapan,” terangnya, Rabu 25 Februari 2026.
Ia menyebut lima batch lulusan telah di recruet dan diberangkatkan ke Jepang. Setiap angkatan melewati tahapan seleksi ketat serta pembekalan intensif. Saat ini sedang berlangsung Program pelatihan batch 6.
“Pelatihan bahasa Jepang dilakukan di kampus dengan standar tertentu. Kami ingin mereka berangkat dengan kesiapan yang matang,” katanya.
Selain Jepang, peluang kerja di Jerman mulai dibuka pada 2026. Skema ini mencakup pembelajaran bahasa sebelum penempatan kerja.
“Setelah lulus seleksi, mereka akan mengikuti pelatihan bahasa Jerman. Ini menjadi investasi kompetensi jangka panjang,” jelasnya.
Menurutnya, orientasi global tidak boleh memutus keterikatan lulusan dengan daerah asal. Pengalaman internasional diharapkan dapat memperkaya kapasitas saat kembali membangun NTB.
Mobilitas ini juga dinilai meningkatkan reputasi institusi di tingkat nasional. Kepercayaan mitra luar negeri mencerminkan kualitas lulusan yang dihasilkan.
“Standar internasional menjadi tolok ukur mutu pendidikan. Ketika diterima di luar negeri, itu artinya kompetensi kita diakui,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan dunia terus meningkat akibat penuaan populasi dan perubahan epidemiologi. Peluang tersebut harus dimanfaatkan secara sistematis.
Poltekkes Mataram menempatkan internasionalisasi sebagai strategi peningkatan daya saing, bukan sekadar tren sesaat. Konsistensi program akan menentukan keberlanjutan capaian ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....