Ma’had UIN Mataram Perkuat Pendidikan Ekoteologi Qurani
- 11 Feb 2026 19:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram memperkuat peran strategisnya dalam sistem pendidikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui penyelenggaraan Muhadarah ‘Ammah Tahun Pengajian 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UIN Mataram pada Rabu 11 Februari 2026 tersebut mengangkat tema “Ekoteologi Qur’ani: Refleksi Ayat-Ayat Kauniyah tentang Alam”.
Kegiatan ini menjadi ruang integrasi nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian ekologis di lingkungan Ma’had. Isu ekoteologi dinilai relevan dengan arah pengembangan pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan pendalaman spiritual, tetapi juga tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Ma’had Al-Jami’ah memiliki posisi penting di PTKIN sebagai pusat pembinaan karakter, spiritualitas, serta tradisi akademik keislaman mahasiswa. Menurutnya, penguatan wawasan ekoteologi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa ajaran Islam memiliki keterkaitan erat dengan etika pelestarian alam.
“Ma’had bukan hanya ruang pembinaan ibadah dan akhlak, tetapi juga tempat menumbuhkan kesadaran intelektual dan sosial, termasuk tanggung jawab terhadap lingkungan hidup,” jelasnya, Rabu 11 Februari 2026.
Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram, Prof. Dr. KH. M. Zaidi Abdad, M.Ag., menyampaikan bahwa Muhadarah ‘Ammah merupakan instrumen penting dalam membangun tradisi akademik berbasis nilai-nilai keislaman. Ia menilai tema ekoteologi Qur’ani kontekstual di tengah meningkatnya tantangan krisis lingkungan global.
“Mahasantri Ma’had diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman pemahaman agama, tetapi juga kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan kelestarian alam sebagai bagian dari amanah keimanan,” katanya.
Narasumber utama kegiatan, Dr. KH. Musta’in Syafi’ie, M.Ag., memaparkan bahwa ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an menjadi dasar teologis lahirnya kesadaran ekologis dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam yang terlepas dari nilai tauhid.
“Ekoteologi Qur’ani mengajarkan bahwa alam adalah tanda kebesaran Allah sekaligus amanah yang harus dijaga. Kesalehan tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga tercermin dalam sikap menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti mahasantri Ma’had Al-Jami’ah serta sivitas akademika UIN Mataram. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan kampus maupun masyarakat.
Melalui Muhadarah ‘Ammah ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram menegaskan kontribusinya dalam memperkuat fungsi Ma’had sebagai pilar pembinaan karakter dan intelektual mahasiswa PTKIN, sekaligus mendorong lahirnya generasi Muslim yang memiliki kesadaran ekologis berbasis ajaran Al-Qur’an.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....